Kapusbintal Ingatkan Beda Pilihan Pemilu Jangan Sampai Terpecah

hendaknya terjaga dan terpelihara," tandasnya saat menghadiri silaturahmi dan tausiyah kebangsaan di Ponpes Al Falah, Kabupaten Kediri, Selasa (2/4/20

Kapusbintal Ingatkan Beda Pilihan Pemilu Jangan Sampai Terpecah
(Surya/Didik Mashudi)
Kapusbintal TNI Laksamana Pertama Budi Siswanto menghadiri tausiyah kebangsaan di Ponpes Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Selasa (2/4/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI Laksamana Pertama Budi Siswanto mengingatkan pemilu merupakan pesta demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di dalamnya terkandung semangat dan kegembiraan hidup berdemokrasi.

"Memang akan ada perbedaan pandangan dan pilihan, namun bukan berarti kita harus terpecah. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya terjaga dan terpelihara," tandasnya saat menghadiri silaturahmi dan tausiyah kebangsaan di Ponpes Al Falah ploaso, Kabupaten Kediri, Selasa (2/4/2019).

Kehadiran Kapusbintal TNI Laksamana Pertama Budi Siswanto mewakili Panglima TNI yang berhalangan hadir. Acara ini juga dihadiri Danrem Mojokerto Kol Arm Ruly Candrayadi.

Diungkapkan Kapusbintal, rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang besar tidak boleh tercabik hanya karena perbedaan pilihan.

"Seperti halnya lidi yang kuat bila bersatu, begitu pula bangsa Indonesia yang beragam ini," ungkapnya.

Lia Ladysta Menyesal Pernyataan Kontroversialnya tentang Syahrini dan Pak Haji: Keceplosan

Penebangan Sono Keling di Jalan Provinsi Tulungagung Bisa Dilaporkan ke Polisi

Menteri Susi Main Paddling di Banyuwangi Underwater Festival: Kalian Harus Coba Belajar Ini

Diingatkan, bahwa intoleransi dan berita bohong dapat berakibat pada disintegrasi. Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat untuk menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan.

Laksamana Pertama Budi Siswanto juga mengingatkan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sangat berdampak pada pencemaran lingkungan. Karena saat ini banyak sampah plastik yang berada di lautan.

Salah satu solusi mengatasi sampah plastik ini telah dilakukan oleh salah satu anak bangsa dari Bali yang membuat plastik berbahan dasar singkong.

Plastik dari bahan singkong ini aman karena dapat terurai. Bahkan, saat ini produknya sudah diekspor ke mancanegara.

Laksamana Pertama Budi Siswanto juga menjelaskan tugas Kapusbintal melaksanakan pembinaan mental bagi prajurit TNI. Sebagian personelnya merupakan alumni ponpes dan perwiranya banyak dari perguruan tinggi Islam.

Pada kesempatan itu, Laksamana Pertama Budi Siswanto juga mempersilahkan para santri pondok pesantren untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI.

Sementara Ustad Moh Maksum menyampaikan, Ponpes Al Falah telah berdiri sejak 1925 didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Utsman. Saat ini santri secara keseluruhan yang menimba ilmu mencapai 7.000 lebih.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved