Pemkab Pasuruan Komitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan terus berupaya meminimalisir kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan.

Pemkab Pasuruan Komitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
TRIBUNJATIM.COM/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Purwida Liliek Haryati pada acara Diskusi Isu Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia, Kamis (15/11/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan terus berupaya meminimalisir kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan.

Kasus kematian ibu dan bayi ini tidak bisa dianggap sepele, karena masih banyak rangkaian kasus kematian ibu dan bayi, yang terjadi hingga sekarang.

Dari data yang didapatkan, jumlah kasus kematian ibu dan bayi ini memang mengalami tren positif, artinya jumlahnya lebih rendah dibandingkan tahun - tahun sebelumnya.

Tapi, bukan berarti itu tidak ditekan, tapi harus ada upaya dalam menekan kasus demi kasus kematian ibu dan bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Agung Basuki menjelaskan, kasus kematian ibu dan bayi memang masih terjafi. Sejak Januari hingga Maret 2019, ada temuan kasus kematian ibu sebanyak 3 kasus.

Sementara kematian bayi, mencapai 41 kasus. Jumlah tersebut, memang jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Di mana, sepanjang 2018, temuan kematian ibu mencapai 28 kasus. Sedangkan kematian bayi, mencapai 135 kasus.

Koleksi Tas Pinggang Mewah Syahrini, Hanya Sebesar Telapak Tangan Tapi Bernilai Puluhan Juta Rupiah

Lirik Lagu Ketika, Single Terbaru Via Vallen, Videonya Raih 1 Juta Penonton Dalam Sehari

FAKTA TERBARU Kasus Mayat Tanpa Kepala, Terbongkar Chat WA Terakhir Si Guru hingga Bawa Banyak Uang

"Trennya, cenderung menurun. Khususnya, untuk kematian ibu," kata Agung kepada Tribunjatim.com, Kamis (4/4/2019)

Meski begitu, kata dia, kasus demi kasus tersebut, menjadi catatan tersendiri bagi Dinkes Kabupaten Pasuruan. Sebab, pemerintah berusaha agar kematian ibu dan bayi bisa dihindari.

Dari evaluasi yang dilakukan, lanjut dia,ada beberapa faktor yang membuat munculnya kasus kematian ibu dan bayi tersebut.

Diantaranya, terjadinya keracunan kehamilan, pendarahan saat persalinan, gagal nafas, berat badan yang jauh dari ideal serta berbagai faktor lain, menjadi penyebab kematian ibu dan bayi.

"Hal itu sebenarnya bisa dicegah, seandainya ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kesehatan," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Pihaknya mengaku, terus berusaha mengedukasi masyarakat untuk rajin melakukan pemeriksaan kesehatan. Khususnya bagi ibu hamil ataupun menyusui.

"Kami juga menyiagakan kader-kader untuk ibu-ibu hamil serta mendorong setiap puskesmas untuk membuat inovasi. Tujuannya tak lain, agar akib (angka kematian ibu dan bayi) bisa ditekan," pungkasnya. (lih/TribunJatim.com).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved