Terduga Teroris Jaringan Sibolga Pernah Ngontrak Rumah di Jombang 1,5 Tahun, Buka Pengobatan Bekam

Terduga Teroris Jaringan Sibolga Pernah Ngontrak Rumah di Jombang 1,5 Tahun, Buka Pengobatan Bekam.

Terduga Teroris Jaringan Sibolga Pernah Ngontrak Rumah di Jombang 1,5 Tahun, Buka Pengobatan Bekam
SURYA/SUTONO
Rumah di Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang yang selama 1,5 tahun ditinggali Wisnuputro alias Sahid tersangka teroris jaringan Sibolga. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Wisnu Putro alias Sahid, salah satu terduga teroris jaringan Sibolga yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, ternyata pernah tinggal di Jombang selama 1,5 tahun.

Sahid bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dengan cara mengontrak rumah. Pemilik rumah adalah Hj Maslakah, warga setempat.

Berbekal Printer & Kertas HVS, 2 Pemuda Jombang Ini Cetak Uang Palsu, Ketahuan Saat Minum di Warung

Guyuran Hujan Picu Harga Gabah Anjlok, Petani di Jombang Panen Padi Lebih Awal

Tawarkan Sabu-sabu di Lapangan Desa, Pemuda Asal Jombang Ini Diciduk Polisi, Pelaku Sempat Tak Ngaku

Tutup Football For Peace di PP Darul Ulum Jombang, Wagub Jatim Emil Salawatan Bareng Ratusan Santri

Selama tinggal di situ, Sahid membuka praktik pengobatan alternatif bekam. Warga setempat tidak ada yang menyangka Sahid menjadi salah satu anggota gerakan teroris jaringan Sibolga.

“Sahid datang secara resmi. Maksudnya, saat datang kemudian mengontrak rumah di sini, dia resmi bertamu ke Ketua RT sebagaimana layaknya warga pendatang," kata Kepala Dusun Gebangmalang, Baidowi, kepada surya.co.id (grup Tribunjatim.com), Kamis petang (4/4/2019).

Baidowi menjelaskan lebih rinci, saat pertama mengontrak, Sahid menyerahkan foto kopi KTP dan identitas kependudukan lainnya.

Dalam KTP, Sahid tertera bernama asli Wisnu Putro, alamatnya Semarang Jawa Tengah.

“Namun dia meminta dipanggil Sahid. Meski nama yang tertera di KTP, Wisnu Putro,” sambung Baidowi.

Dikatakan, Sahid mengontrak rumah tersebut seharga Rp 8 juta untuk dua tahun. Selama itu, lanjut Baidowi, tidak ada kegiatan mencurigakan yang dilakukan Sahid.

Dia tinggal bersama istri dan dua anaknya. Sahid, pada awal-awal mengontrak, juga rutin ke musala yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah kontrakannya.

Hanya saja istri Sahid memang jarang keluar dan jarang bersosialisasi.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved