Pamit ke Sawah, Kakek dari Jember Ini Belum Kembali ke Rumah, Petugas Gelar Operasi Pencarian

Pamit ke Sawah, Kakek dari Jember Ini Belum Kembali ke Rumah, Petugas Gelar Operasi Pencarian.

Pamit ke Sawah, Kakek dari Jember Ini Belum Kembali ke Rumah, Petugas Gelar Operasi Pencarian
SURYA/SRI WAHYUNIK
Tim Basarnas lakukan pencarian orang diduga hanyut di Tempurejo. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Petugas gabungan menggelar operasi pencarian dan penyelamatan terhadap Kayat (60) warga Dusun Kraton Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, Jumat (5/4/2019).

Pencarian ini menyusul laporan dugaan terhanyutnya Kayat di Sungai Sanen Desa Wonoasri, Kamis (4/4/2019) malam.

Informasi dugaan warga Wonoasri terhanyut di sungai kali pertama disampaikan oleh Kepala Desa Wonoasri Sugeng P.

Ribuan Orang Ikut Wisata Religi dan Jember Berselawat, Lalu Bupati Faida Paparkan Pasar Zaman Now

Update Korban Dukun Cabul di Jember Bertambah Menjadi 4 Orang, Ada yang Sampai Hamil dan Masih Anak

Pemkab Jember Sosialisasi Pemilu ke 1.000 Pemilih Pemula, Imbau Pemilih untuk Datang ke TPS

Kongres Air Minum di Jember Wujud Komitmen Pemenuhan Akses Air Bersih

Dia mendapatkan laporan dari warganya jika ada salah satu warganya tidak pulang ke rumah sampai malam hari, Kamis (4/4/2019). Sebelum melapor resmi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), keluarga sudah mencari keberadaan Kayat.

Kayat berangkat ke sawahnya sekitar pukul 13.00 Wib. Sawah itu ada di seberang Sungai Sanen yang melintasi desa tersebut.

Namun sampai sore hari, bahkan menjelang malam, kakek ini belum pulang ke rumah. Keluarga mencarinya. Diduga, Kayat terseret arus ketika menyeberangi Sungai Sanen.

Sekitar pukul 20.00 Wib, belum kembalinya Kayat dilaporkan ke Pusdalops BPBD Jember. Jumat (5/4/2019) pagi, pencarian hari pertama dilakukan.

"Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan mulai hari ini. Tetapi sampai sore masih nihil (belum menemukan tubuh penyintas Kayat)," kata Rudy Prahara, Komandan Tim Pencarian dari Basarnas Jember, Jumat (5/4/2019) sore.

Sore hari pencarian di hari pertama dihentikan, dan akan dilanjutkan Sabtu (6/4/2019). Pencarian melibatkan Tim SAR gabungan, juga petugas gabungan.

Pencarian dibagi dalam empat SRU. Pencarian dilakukan di air dengan menyusuri Sungai Sanen yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang.

Pencarian juga dilakukan di darat. Tim SAR menyisiri kawasan sekitar sungai mulai dari titik terakhir Kayat terlihat sampai ke Jembatan Blater.

Pencarian juga dilakukan di sepanjang DAS Mayang. "Penempatan personel di titik-titik sepanjang DAS Mayang, di mana dimungkinkan korban tersangkut," imbuh Rudy.

Unsur yang terlibat dalam operasi itu adalah tim rescue Basarnas Jember, Polsek Tempurejo, BPBD jember, SAR OPA Jember, SAR Rimba Laut, PMI Jember, ACT Jember, MDMC Jember, juga warga setempat.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved