Janda dari Pamekasan Ditemukan Tersangkut Akar Pohon, Tewas Terseret Arus Sungai Sejauh 5 Kilometer

Janda dari Pamekasan Ditemukan Tersangkut Akar Pohon, Tewas Terseret Arus Sungai Sejauh 5 Kilometer.

Janda dari Pamekasan Ditemukan Tersangkut Akar Pohon, Tewas Terseret Arus Sungai Sejauh 5 Kilometer
istimewa
Ilustrasi tenggelam 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Ny Misriyah (55), warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, ditemukan tewas terseret arus sungai sejauh 5 km, di pertigaan sungai Tambak, Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Minggu (7/4/2019),  sekitar pukul 07.00.

Saat ditemukan, Ny Misriyah, janda tanpa anak itu dalam kondisi tubuhnya tersangkut akar pohon dengan posisi kedua kaki di atas dan kepala di bawah.

Kedua tangannya juga menjulur ke bawah. Sedang baju melorot ke bawah, sehingga dada bagian atas terlihat.

Intensitas Hujan Tinggi dan Struktur Tanah Labil, Longsor Melanda Desa Bulangan Haji Pamekasan

Babinsa Kodim di Pamekasan Ikhlas Berkeliling Membersihkan Masjid sebagai Bentuk Pengabdian

Fasilitasi Sertifikasi Profesi Pengrajin Batik Tulis, Baddrut Tamam Ingin Batik Pamekasan Berkembang

Kisah Bonek Jember, Rela Estafet ke Pamekasan Demi Dukung Persebaya sampai Ngamen di Jalanan

Begitu juga celana pendek yang dipakai, terangkat, lantaran tersangkut dan korban terlihat telanjang.

Menurut sumber di lokasi kejadian, semula warga yang melihat tubuh korban menggelantung di akar pohon dengan kodisi kepala tertutup baju mengira boneka, sehingga warga membiarkan.

Namun di antara warga itu ada yang curiga, karena setelah dilihat dari jarak agak dekat, mirip tubuh manusia.

Kemudian penemuan mayat itu dilaporkan ke aparat Desa Batumarmar. Sehingga dalam waktu sekejap, ratusan warga sekitar bersama Kepala Desa Bujur Tengah, Mohammad Sulam dan aparat Polsek Tamberu datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Setelah tubuh korban dievakuasi, warga menduga korban dari luar desa. Karena tidak ada yang mengenali.

Mereka mensinyalir korban tewas terseret arus sungai yang deras dan dalam. Selain ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehari sebelum kejadian arus sungai deras dan permukaan airnya nyaris meluap.

Kemudian penemuan mayat itu diumumkan lewat  pengeras suara di musala dan di rumah warga, serta diberitahukan berantai lewat pesan WhatsApp, hingga akhirnya berita itu sampai ke keluarga korban, di Desa Bujur Barat.

Kades Bujur Tengah, Mohammad Sullam, kepada Tribunjatim.com, mengatakan, jenazah korban yang tenggelam terseret arus sungai sudah diambil keluarganya bersama Kades Bujur Barat, Modari dan petugas Polsek Tamberu, untuk dibawa pulang.

Menurut Mohammad Sullam, korban diduga tewas akibat tenggelam lalu terseret arus sungai.

Karena dari beberapa keterangan warga dan keluarga korban, selama ini korban sering pergi ke pasar dengan menyeberangi sungai, yang kebetulan rumahnya sekitar 200 meter dari sungai.

“Warga kalau bepergian di sini biasanya lewat dengan menyeberangi sungai dengan kedalaman sebatas lutut. Bisa jadi ketika korban menyeberangi sungai, arusnya deras dan dalam. Sehingga korban terseret arus hingga tersangkut akar pohon di sungai desa ini,” kata Mohammad Sullam.

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved