BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam

BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam.

BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam
SURYA/AHMAD FAISOL
Kepala BRSDM KKP Prof Sjarief Widjaya, Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Dardak, Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi, dan Ketua PW BKNU Jatim Drs Mahmud Mustain, MSc PhD dalam Penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama FGD terkait Pengembangan Kawasan Khusus Garam BKNU PWNU Jatim dan UTM di Lantai X Gedung Rektorat UTM, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Garam oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menarik perhatian Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) PWNU Jatim.

BKNU dan UTM menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama dan Forum Group Discussion (FGD) terkait Pengembangan Kawasan Khusus Garam di Lantai X Gedung Rektorat UTM, Senin (8/4/2019).

Kesempatan tersebut dihadiri Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Prof Sjarief Widjaya, Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Dardak, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Abdul Wahid Mahfudz, dan Rektor UTM Drs EC Muh Syarif Msi.

Ada Mobil Bergambar Jokowi-Maruf Saat Luhut Binsar ke Ponpes di Bangkalan, Pemiliknya Angkat Bicara

Polres Bangkalan Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu, Warga Tidak Usah Takut Datang ke TPS

Polisi Gerebek Rumah Kos di Bangkalan, Tertangkap Enam Orang Sedang Pesta Sabu-sabu

Selain itu, hadir pula sejumlah pimpinan dari empat pemda di Madura, perwakilan Bakorwil Madura, dan sejumlah akademisi.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Abdul Wahid Mahfudz mengungkapkan, BKNU dibentuk khusus untuk mengeksplorasi potensi-potensi kemaritiman di Jatim.

Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok, Pecandu Sabu Asal Bangkalan Menghajar Ibu dan Adik Perempuannya

"Garis pantai yang panjang di Jatim selama ini belum kami sentuh. NU siap berpartisipasi aktif dari tingkatan bawah hingga atas," Abdul Wahid Mahfudz.

Ia menjelaskan, kesepakatan dengan UTM diharapkan mampu mensinergikan himpunan pengusaha NU yang saat ini masih bersifat parsial.

"Kami akan siapkan perusahaan besar agar bisa menyerap, mengolah, dan memasarkan garam masyarakat," pungkasnya.

Laboratorium garam di lingkungan Kampus UTM sukses mengembangkan inovasi garam yang sudah diprototipe menjadi Garam Pangan dan Garam Non Pangan.

Inovasi produksi Garam Pangan meliputi garam healthy kaya mineral. Hasil fortifikasi garam dengan ekstrak kelor, alga laut, rumput laut, dan flora fauna laut.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved