Dituding Terima Uang dan Janjikan Posisi di Rekrutmen PNS, Anggota DPRD Mojokerto: Nggak Pernah

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah dilaporkan warga Trowulan, terkait kasus penipuan janji posisi PNS

Dituding Terima Uang dan Janjikan Posisi di Rekrutmen PNS, Anggota DPRD Mojokerto: Nggak Pernah
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Siti Khoiyumi (52) menunjukkan kwitansi pembayaran sekaligus pembayaran yang tidak ditanda tangani Ketua Komisi C Aang Rusli Ubaidillah, Senin (8/4/2019). Dia mengaku telah ditipu si anggota dewan yang janjikan anaknya bisa jadi PNS 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah dilaporkan Mudji Rokhmat warga Dusun Pandan Sili, Desa Wonorejo, Trowulan, terkait kasus penipuan, Kamis (4/4/2019) lalu.

Aang dituding telah menjanjikan Armudji bisa memasukkan anaknya, Muhammad Yusron (26), menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati, membenarkan terkait laporan tersebut.

"Memang benar ada laporan tersebut tanggal 4 April 2019. Yang melaporkan satu orang. Kami tindak lanjuti laporan tersebut," katanya, Senin (8/4).

(Polisi Limpahkan Kasus Penipuan Mobil yang Dilakukan Caleg Kota Blitar ke Kejaksaan)

(Harap Waspada ! Ada Penipuan Lewat SMS dan WhatsApp Mencatut Nama Sekkota Surabaya)

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah menampik tudingan tersebut.

"Saya tidak pernah menjanjikan seperti itu. Memang saya kenal Siti adalah teman usaha lele dulu. Kalau Mudji adalah tetangga saya," katanya.

Mudji dan Siti mengatakan, beberapa kali menagih janji ke Aang. Siti juga menyetorkan kwitansi tanda pembayaran dan perjanjian ke Aang.

"Saya tidak merasa diberi uang atau kwitansi. Saya pun tidak mengetahui hal itu. Saya juga jarang di rumah,", ucap Aang.

"Kalau ketemu Mudji ya hanya ngobrol sembari merokok. Tidak pernah mengobrol soal penerimaan PNS. Saya juga sudah pisah dengan istrinya sedari 6 bulan lalu," ungkapnya.

Aang menegaskan, bila dirinya siap mengklarifikasi terkait laporan itu.

"Saya siap mengklarifikasi laporan itu ke polisi. Saya tidak ambil pusing, jalani saja," pungkas Anggota Fraksi Demokrat Dapil 3 ini.

Reporter: Surya/Danendra Kusuma

(Netralitas di Pemilu 2019, 16 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan PNS)

(1022 SK Pengangkatan CPNS di Gresik Dibagikan Lebih Awal)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved