Hanya Ketemu Sandal di Tepi Jurang Sedalam 30 Meter, Nenek Sulami Tewas Terpeleset di Sungai Gandong

Hanya Ketemu Sandal di Tepi Jurang Sedalam 30 Meter, Nenek Sulami Tewas Terpeleset di Sungai Gandong di Magetan.

Hanya Ketemu Sandal di Tepi Jurang Sedalam 30 Meter, Nenek Sulami Tewas Terpeleset di Sungai Gandong
SURYA/DONI PRASETYO
Terlihat anggota Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan berjaga jaga di dalam garis Polisi, TKP Mbah Sulami (77) diperkirakan terpeleset dan jatuh ke Sungai Gandong sedalam 30 meter dan di temukan empat jam kemudian oleh tim BPBD sekitar 3 km dari TKP, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Rabu (9/4). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kecekatan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil menemukan nenek Sulami (77) yang tewas terpeleset dan jatuh ke sungai Gandong Magetan sedalam 30 meter, Selasa (9/4).

Menurut Ketua RW 3 Kelurahan/Kabupaten Magetan Iqbal, nenek Sulami ini sudah sejak beberapa hari ini selalu berada di TKP.

Tapi karena selalu diikuti anak lakinya, korban diajak pulang untuk menjauhi tebing sungai Gandong yang longsor yang menyebabkan badan Jalan Thamrin, di wilayah RW 3, itu putus sejak lebih setahun lalu yang hingga kini Pemkab Magetan belum terlihat akan memperbaiki.

Gubernur Khofifah Akan Buat SMK Khusus Kulit di Magetan, Topang Pengembangan Industri Olahan Kulit

Tiga Pembeli Sepeda Motor Blong-blongan Ditangkap Polisi Magetan Atas Tuduhan Penadah Motor Curian

Gubernur Khofifah Minta Industri Kulit Magetan Disediakan Pengolah Limbah Agar Tak Cemari Lingkungan

Usaha Keras 20 Bulan, Sigit Berhasil Tutup Rumah Karaoke Miliknya Sendiri Berkat Pemkab Magetan

"Cerita Wawan, anak nenek Sulami, sebelum terpeleset jatuh ke sungai Gandong, korban beberapa hari selalu berada di tempat itu. Padahal rumahnya berada di RW 2 Jalan Raung. Tapi berhasil diajak pulang Wawan,"kata Ketua RW 3 Iqbal kepada Tribunjatim.com, Selasa (9/4).

Di lokasi longsor, lanjut Iqbal, Nenek Sulami pernah hilang, setelah dicari beberapa waktu, anaknya menemukan Ibunya yang dikatakan sudah menurun daya ingatnya itu, bersembunyi didalam tong yang digunakan untuk pagar jalan putus.

"Anaknya cerita, kalau ibunya pernah besembunyi di dalam tong yang digunakan pagar pengaman untuk pejalan kaki agar tidak terperosok masuk jurang yang di bawahnya terdapat sungai Gandong itu,"jelas Iqbal.

Tapi, Selasa (9/4) itu seusai salat Subuh, korban dicari di kamarnya sudah tidak ada, kemudian anaknya Wawan langsung mencari di Jalan Thamrin yang putus itu.

Namun hanya ditemukan dua sandal korban berada di tepi jurang.

"Melihat sepasang sandal itu berada di bibir jurang jalan putus itu, anaknya berinisiatif lapor ke Polsek Kota, yang kemudian ditindaklanjuti ke BPBD oleh Polisi," ujar Iqbal.

Kapolsek Magetan, Resor Magetan AKP Iin Pelangi menyebutkan, pagi itu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) didatangi anak korban, yang melaporkan ibunya hilang di lokasi itu Selasa (9/4) sekitar pukul 06.30.

"Setelah mendapat laporan itu, kami olah TKP menemukan sepasang sandal milik nenek Sulami (77), kemudian kami menghubungi instansi terkait untuk melakukan pencarian," kata AKP Iin Pelangi.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra, mengatakan, korban ditemukan di belakang makam Dusun Punden, Kelurahan Mangkujayan, sekitar tiga kilometer dari TKP korban terjatuh.

"Saat ditenukan korban sudah tewas dengan luka di bagian kepala belakang, diduga terantuk batu. Ketika ditemukan itu, kakinya terjepit batu di dasar sungai Gandung satu,"kata Fery.

Dikatakan Fery, keluarga minta jenazah korban untuk tidak dilakukan otopsi, mereka menerima kematian Nenek Sulami, agar bisa segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Desa setempat.

"Keluarga Mbah Sulami sudah terima atas kematian korban dan minta segera dimakamkan. Mereka sudah yakin penyebab kematian Nenek Sulami,"tandas Fery Yoga Saputra.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved