Diduga Anggota DPRD Terlibat Penipuan, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Menerima Aduan Korban

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah dilaporkan Mudji Rokhmat warga Dusun Pandan Sili, Desa Wonorejo, Trowulan, terkait kasu

Diduga Anggota DPRD Terlibat Penipuan, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Menerima Aduan Korban
istimewa
Ilustrasi Penipuan online 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto, Aang Rusli Ubaidillah dilaporkan Mudji Rokhmat warga Dusun Pandan Sili, Desa Wonorejo, Trowulan, terkait kasus dugaan penipuan, Kamis (4/4) lalu.

Awalnya, Aang menjanjikan kepada Armudji, bisa memasukkan anaknya, Muhammad Yusron (26), menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Namun, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi, mengaku masih belum mendengar masalah itu. Sebab, korban yang merasa ditipu belum mengadukannya ke DPRD Kabupaten Mojokerto.

"Dari yang bersangkutan (korban) belum pernah mengadukan di DPRD Kabupaten Mojokerto. Di meja saya juga belum ada laporan aduan itu," katanya kepada Tribunjatim.com, Selasa (9/4).

Ismail mengatakan, bila korban telah melaporkan, dirinya bisa mendisposisikannya ke ketua fraksi Aang Rusli Ubaidillah. Aang merupakan politisi Partai Demokrat.

"Setelah mendisposisikan laporan, ketua fraksi dapat mengambil sikap dan langkah selanjutnya secara kepartaian," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Ismail memastikan, atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang mencatut Aang tak melanggar kode etik DPRD. Sebab, hal ini murni masalah pribadi. Selain itu juga tak tertuang pada tata beracara di kode etik DPRD.

Video Diduga Para Pelaku Sesaat Setelah Aniaya Audrey di 2 Lokasi, Sempat Update Insta Story

Info Terbaru Harga Motor di April 2019, Mulai Honda, Yamaha, hingga Suzuki, Simak Pricelistnya!

Gelar Operasi Pasar di Surabaya, Kini Harfga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun sampai Rp 24 Ribu

"Melanggar kode etik, misalnya yang paling umum, saat pelaksaan paripurna secara berturut-turut anggota tidak bisa mengikuti tanpa alasan sebanyak 5 kali. Sebelumnya, anggota ditegur dulu terkait pelanggaran ini," pungkasnya.

Tak hanya Mudji, Siti Khoiyumi (52) warga Beloh, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, juha turut menjadi korban Aang. Serupa dengan Mudji, anak Siti dijanjikan bisa masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mudji menyerahkan uang Rp 65 juta dan Siti menyerahkan uang sebesar Rp 70 juta. Namun, hingga kini janji itu belum terealisasi. (nen/TribunJatim.com).

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved