Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan

Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto menggelar Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan di Hotel Raden Wijaya, Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan
danendra/surya
Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto didukung Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan, Selasa (9/4) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto menggelar Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan di Hotel Raden Wijaya, Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

Pelatihan yang digelar sedari Selasa (9/4) hingga Kamis (11/4) ini juga didukung oleh Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur.

Kasi Penyelenggaraan Pelatihan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, Sutoyo, menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 60 orang. Puluhan orang tergabung dalam gerakan koperasi se Kabupaten Mojokerto.

"Yang hadir didominasi dari Koperasi Wanita. Sebagiannya lagi dari Koperasi Pondok Pesantren," katanya kepada Tribunjatim.com, Selasa (9/4).

Dia menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakannya pelatihan, tak lain adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Terutama, dalam hal tax planning dan penghitungan perpajakan.

"Selain itu juga untuk meningkatkan SDM pengawas koperasi agar memahami tugas pokok dan fungsinya," jelasnya.

Widyaiswara UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang juga menjadi pembicara dalam Pelatihan Pengawasan, Bambang Sigit Pramono, menyebutkan rata-rata gerakan koperasi masih memilih pengawas yang tak paham beberapa ilmu. Ilmu yang dimaksud yakni, ilmu pengkoperasian ilmu pembukuan akuntansi dan ilmu standar SOP.

"Akibat kelemahan dalam hal pengawasan dampaknya pembukuan dan keuangan koperasi pun turut lemah. Sehingga perkembangan ekonomi gerakan koperasi tak bisa pesat," ucap Sigit sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, selain paham ilmu, sebaiknya, anggota gerakan koperasi memilih pengawas yang pernah menjadi pengurus koperasi. Sebab, pengawasan berkaitan dengan planning dan rencana strategi 5 tahun kedepan.

"Ketika jadi pengawas orang yang ditunjuk sudah tau strateginya untuk menuju gerakan koperasi sukses," katanya kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved