Terpeleset Saat Mau Istirahat, Pekerja Pengencangan Baut Jembatan di Mojokerto Hanyut di Sungai

Islafudin (21) pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas. Hingga kini, belum juga ditemukan.

Terpeleset Saat Mau Istirahat, Pekerja Pengencangan Baut Jembatan di Mojokerto Hanyut di Sungai
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Tim Sar melakukan penyisiran di Sungai Brantas, Rabu (10/4/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Islafudin (21) pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas.

Hingga kini, warga Dusun Krajan Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban ini belum ditemukan.

Saksi mata sekaligus rekan kerja Islafudin, Harianto (27), mengatakan, kejadian itu terjadi Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 15.45 WIB.

Saat itu Islafudin hendak beristirahat setelah bekerja sedari pagi.

Tergelincir, Truk Tangki Pertamina Masuk Sungai di Madiun, Sopir dan Kernet Dilarikan ke Rumah Sakit

UPDATE Mayat Tanpa Kepala, Keluarga Guru Budi Datangi Paranormal, Sebut Kepalanya Dilarung ke Sungai

"Islafudin mengencangkan baut jembatan bagian bawah. Karena sudah pukul 15.45 WIB, dia naik ke atas jembatan untuk beristirahat. Namun, naas saat naik, dia terpeleset lantas jatuh ke jaring pengaman. Tetapi tali jaring pengaman terlepas, kemudian tercebur ke sungai. Islafudin pun berteriak meminta tolong," katanya, Rabu (10/4/2019).

Islafudin mengencangkan baut Jembatan Panjang yang berada si Desa Ngrame Kecamatan, Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Mendengar teriakan Islafudin, Harianto berusaha menolongnya dengan menceburkan diri ke sungai.

Karena saat itu arus Sungai Brantas deras, dirinya tak dapat meraih tangan Islafudin.

"Karena arus deras saya tak bisa meraih tangannya. Saya sempat ikut terbawa arus. Namun, saya berhasil menepi. Saat mengencangkan baut Islafudin mengenakan pengaman lengkap. Karena istirahat pengaman itu dilepas," terangnya.

Harianto mengungkapkan, bila Islafudin tak bisa berenang. Karena hal itulah, Harianto spontan berusaha menyelamatkan Islafudin.

"Dia tidak bisa berenang. Islafudin juga sempat berkata kepada kami 'seandainya tercebur mungkin saya akam mati. Karena saya tidak bisa berenang'. Dia mungkin telah mempunyai firasat," ucapnya.

Respon Sederet Selebriti Terkait Kasus Pengeroyokan Audrey, Ada yang Cerita Soal Pengalaman Dibully

UPDATE Kasus Audrey, KPPAD Ungkap Tersangka Tertekan hingga Diancam Pembunuhan, Cek Kondisi Terkini!

Sementara itu, Kapolsek Pungging AKP Suwiji mengatakan, di pencarian hari ke dua pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Tim Sar dan relawan.

Tiga perahu karet diterjunkan untuk menyisir Sungai Brantas.

"Tim Sar melakukan penyisiran dengan menggunakan 3 perahu karet. Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Polsek  Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Sebab, arus sungai Brantas mengarah ke wilayah Sidoarjo Kami meminta bantuan agar pihak Polsek Krembung menginfokan ke warga apabila menemukan korban bisa melaporkan ke kami," pungkasnya. (Surya/Danendra Kusuma)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved