Usaha Sushi Jowo Terinspirasi dari Lemper yang Dimodifikasi Lella Winety, Dipasarkan Secara Online

Usaha Sushi Jowo Terinspirasi dari Lemper yang Dimodifikasi Lella Winety, Dipasarkan Secara Online.

Usaha Sushi Jowo Terinspirasi dari Lemper yang Dimodifikasi Lella Winety, Dipasarkan Secara Online
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Lelly Winety, owner Sushi Jowo Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sushi Jowo Surabaya merupakan produk khayalan yang ditulisnya dalam tugas mata kuliah kewirausahaannya.

Dana beasiswa usaha dari salah satu bank di Indonesia adalah yang mendorong founder Sushi Jowo Surabaya, Lella Winety, mewujudkan apa yang ditulisnya dalam tugas kuliahnya itu.

Diceritakan Lella, ide membuat sushi jowo terinspirasi dari lemper. Melihat tidak semua temannya semasa kuliah dulu suka memakan sushi, karena isiannya berupa daging setengah matang atau bahkan mentah.

Berawal dari Tugas Kewirausahaan, Lella Winety Buka Usaha Sushi Jowo di Surabaya

Caleg DPRD Ayu Intan Harapkan Ada Solusi untuk Masyarakat Menengah ke Bawah Soal UMKM

Cari Bibit Mitra Baru, GOJEK Beri Pelatihan Wirausaha untuk 150 UMKM Muslimat NU di Batu

Lella berimajinasi membuat lemper dengan bentuk menyerupai sushi.

"Sushi Jowo ini memang merupakan lemper yang dimodifikasi. Nasi sushinya saya ganti dengan ketan berkualitas premium, isian sushinya adalah ayam dan wortel, lalu digulung dengan nori. Terakhir, saya kasih toping beragam, mulai crab stick, keju, beef," papar ibu satu anak ini.

Imbuhnya, adanya ketan dan isian ayam mewakili lemper. Sementara nori dan proses pembuatannya, dilakukan sama persis dengan bagaimana membuat sushi.

Sushi Jowo, akan membuat konsumen seolah makan lemper dan sushi dalam sekali lahap.

Di awal proses produksi Sushi Jowo, peran sang ibu disebut Lella sangat dominan, sebab ia sama sekali tidak bisa memasak.

Namun Lella tidak ingin membani seluruh tugas produksi pada sang ibu, ia pun belajar membuat sushi dari seorang tetangganya yang memang biasa membuat lemper.

Sushi Jowo buatannya dibanderol mulai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Satu porsinya berisi 12 potong sushi.

Dikatakan Lella, dalam sehari ia menjajakan 10 sampai 20 porsi melalui aplikasi Go Food dan Grab Food. Pemasaran sushi siap makannya ini, menjangkau area Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

"Harga yang saya pasang, dari awal sampai sekaran sama sekali nggak berubah. Bedanya, dapet untungnya jadi lebih tipis aja," ungkap Lella disambung tawa.

Pemasaran Sushi Jowo Surabaya, diakui Lella sangat mengandalkan sistem online. Untuk itu, foto produk yang bagus dan konten yang menarik disebutnya sebagai senjata promosi yang ampuh.

Tak cukup dengan memposting foto produk melalui instagram resmi Sushi Jowo Surabaya, Lella pun mengaku aktif menyebarkan produknya di group komunitas whatsapp yang diikutinya.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved