Balar Yogyakarta Ekskavasi Situs Sekaran Secara Manual

Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta mulai melakukan ekskavasi lanjutan untuk mengungkap teka-teki Situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan

Balar Yogyakarta Ekskavasi Situs Sekaran Secara Manual
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Proses ekskavasi Situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang, Sabtu (16/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta mulai melakukan ekskavasi lanjutan untuk mengungkap teka-teki Situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang. Proses ekskavasi tersebut akan dikerjakan secara manual dan fokus menemukan lapisan budaya.

"Kita manual saja dan untuk ekskavasinya kami vertikal tidak horisontal lagi," kata Ketua Tim Penelitian Penjajagan Situs Sekaran, Herry Priswanto, kepada TribunJatim.com, Kamis (11/4/2019).

Ia menambahkan penelitian dan penjajagan oleh Balar Yogyakarta akan berlangsung selama enam hari sejak Kamis hingga Senin (15/4) mendatang. Selain para arkeolog, proses ekskavasi akan dibantu oleh warga sekitar dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (Um).

"Kami nanti akan dibantu oleh warga dan mahasiswa Um," ucapnya.

Balai Arkeologi Yogyakarta Mulai Datangi Situs Sekaran, Fokus Cari Lapisan Budaya

Melaju Kencang Pakai Motor, Pria di Lamongan Tewas Tertikam Ranting Kayu Mahoni

Final Piala Presiden 2019, Arema FC vs Persebaya: Polres Tanjung Perak Gelar Nobar Berhadiah

Herry menerangkan kesimpulan awal terkait bangunan apakah di Situs Sekaran bisa diperoleh dalam waktu 2-3 hari mendatang. Nantinya, lapisan budaya yang ditemukan akan dilakukan uji karbon untuk menentukan periodesasi temuan.

"Ada dua tujuan kami yakni memperjelas temuan BPCB dan mendapatkan potensi akademis dari Situs Sekaran. Setelah lapisan budaya ditemukan maka akan kami lakukan uji karbon untuk menentukan periodesasinya," ucap Herry.

Sebelumnya, BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi penyelamatan di Situs Sekaran. Hasil ekskavasi menyimpulkan sementara bahwa situs tersebut adalah tempat peribadatan dan peninggalan kerajaan Singasari.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved