Bupati Jember Copot Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Jember

Bupati Jember Faida mengeluarkan SK pembebastugasan Kepala Dinas Kesehatan Jember Siti Nurul Qomariyah dari jabatannya.

Bupati Jember Copot Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Jember
sri wahyunik/surya
Siti Nurul Qomariah saat mengikuti acara di Pendapa Bupati Jember kemarin 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida mengeluarkan SK pembebastugasan Kepala Dinas Kesehatan Jember Siti Nurul Qomariyah dari jabatannya.

Pembebastugasan Nurul dari jabatannya itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Mirfano, Kamis (11/4/2019).

Mirfano menuturkan, ada sejumlah penyebab kenapa Nurul dibebastugaskan dari jabatannya.

"Pertama, karena adanya utang belanjang pembangunan sampai lebih dari Rp 60 miliar, itu terdiri atas 200 item pekerjaan di Dinas Kesehatan," ujar Mirfano kepada sejumlah wartawan, Kamis (11/4/2019).

Utang belanja pembangunan itu terjadi karena adanya miss-administrasi. Proyek sudah selesai dikerjakan oleh rekanan, namun laporan belum selesai diserahkan oleh Dinas Kesehatan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Jember sehingga proyek tidak terbayar.

Hal itu membuat Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan memiliki utang sampai lebih Rp 60 miliar untuk 200 item pekerjaan tersebut. Pekerjaan itu antara lain renovasi sejumlah Puskesmas Pembantu di tahun 2018.

Penyebab kedua, lanjut Mirfano, adanya laporan dugaan pemotongan anggaran perjalanan dinas. Laporan itu ditangani oleh Inspektorat Pemkab Jember.

Jelang Pilpres, TNI Amankan 5 Stasiun di Daop 9 Jember

Jelang Leg 2 Final Piala Presiden, Khofifah Minta Aremania dan Bonek Tunjukkan Kelasnya

Korban Penipuan Diduga Dilakukan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Bertambah 3 orang

"Seperti diketahui, bupati tidak bisa menoleransi hal seperti ini," tegas Mirfano kepada Tribunjatim.com.

Faktor ketiga, karena Nurul menerbitkan surat persetujuan kepada dua orang dokter untuk sekolah tanpa sepengetahuan bupati.

Mirfano menegaskan, pengambilan keputusan pembebastugasan Nurul sudah sesuai dengan prosedur.

"Sudah sesuai prosedur, dan ini merupakan bentuk hukuman disiplin dengan cara pembebastugasan ini. Selanjutnya yang bersangkutan ditempatkan sebagai staf di Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan," lanjut Mirfano.

Meskipun ada utang belajan pembangunan, lanjut MIrfano, tidak ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Persoalan itu menjadi utang Pemkab Jember kepada rekanan. Sementara itu pastinya berapa jumlah utang belanja pembangunan itu, pihaknya menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sementara itu, Siti Nurul Qomariah yang dikonfirmasi Surya melalui pesan singkat aplikasi percakapan tidak menjawab konfirmasi tersebut. Terlihat tanda pesan dibaca, namun tidak ada jawaban untuk konfirmasi atas SK pembebastugasan itu. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved