Kasus Sapi Mati Mendadak di Lamongan, Dinas Peternakan Tak Mau Berspekulasi

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Jawa Timur belum menemukan penyebab pasti sejumlah sapi yang mati mendadak di Lamongan.

Kasus Sapi Mati Mendadak di Lamongan, Dinas Peternakan  Tak Mau Berspekulasi
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Sapi yang mati mendadak di Sukodadi, Lamongan, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Jawa Timur belum menemukan penyebab pasti sejumlah sapi yang mati mendadak di Lamongan.

"Pemeriksaan sudah dilakukan pada sapi yang mati mendadak, dan sejauh ini petugas tidak menemukan satupun ciri-ciri yang menjadi penyebab kematian," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Sukriyah kepada Surya.co.id, Kamis (11/04/2019).

Menurut Sukriyah, pihaknya hari ini kembali menugaskan tim Disnakeswan untuk melakukan investigasi bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogjakarta.

"Ya, untuk penajaman penyebab sapi mati mendadak di Lamongan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Upaya yang dilakukan diantaranya penambahan pengambilan sampel, daging, pakan, beberapa sampel yang akan diuji laboratorium.

Kalau hasil uji laboratorium kemungkinan baru diketahui hasilnya pada dua pekan kedepan.

Lagi, Kasus Sapi Mati Mendadak Kembali Terjadi di Lamongan, Diduga Keracunan Rumput

Bermodal Catatan Positif Laga Tandang, Persebaya Berambisi Putus Rekor Buruk Main di Malang

TIket KA Lokal Blitar-Surabaya Sabtu Ini Gratis, Yang Sudah Terlanjur Bayar Bisa Ambil Lagi Uangnya

Sukriyah mengaku tidak mau berspekulasi tentang penyebab sapi - sapi mati mendadak.

Yang jelas, semua komponen akan menjadi bahan untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan menyebutkan, mulai awal tahun 2019 hingga saat ini tercatat sebanyak 19 ekor sapi yang mati mendadak.

Yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Tikung, diantaranya, di Desa Soko, Desa Kelorarum dan Desa Wonokromo.

Bahkan, baru-baru ini, kasus serupa kembali menimpa sapi milik salah satu peternak asal Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Minggu (10/4/2019).

Menurut Sukriyah, dari pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap sapi yang mati mendadak, petugas tidak menemukan satupun ciri-ciri yang menjadi penyebab kematian.

Sukriyah hanya berharap para peternak berhati - hati saat mengambil rumput untuk pakan ternaknya.
Jika perlu tanya pada masyarakat sekelilingnya apakah lokasi pengambilan rumput diinsektisida atau tidak.

"Termasuk jerami yang ada di sawah," katanya kepada Tribunjatim.com.

Langkah itu harus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa, meski belum dipastikan rumput bekas diobati itu menjadi penyebabnya.

Apa kematiannya bukan karena penyakit antrak ? Sukriyah akan bisa memastikan setelah ada hasil laborat dan penelitian.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved