Selain Menderita Gizi Buruk, Fajar Balita Asal Mojokerto ini Juga Alami Kelumpuhan Otak

Selain menderita gizi buruk, Ahmad Fajar (4) balita asal warga Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto juga menderita

Selain Menderita Gizi Buruk, Fajar Balita Asal Mojokerto ini Juga Alami Kelumpuhan Otak
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto yang dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Susy Dwi Harini dan Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengecek kondisi Ahmad Fajar (4), Rabu (10/4). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Selain menderita gizi buruk, Ahmad Fajar (4) balita asal warga Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto juga menderita kelumpuhan otak atau Cerebral palsy.

Saat ini tim medis Rumah Sakit RA Basuni tengah menangani penyakit cerebral palsy yang diderita Fajar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Susy Dwi Harini mengatakan, cerebral palsy mengakibatkan gangguan otot dan saraf. Sehingga membuat tangan dan kaki fajar kaku tak bisa digerakkan.

"Tim medis Rumah Sakit RA Basuni masih melakukan terapi terkait penyakit yang diderita Fajar. Tim medis Rumah Sakit RA Basuni juga belum merekomendasi untuk melakukan tindakan operasi," katanya kepada Tribunjatim.com, Kamis (11/4)

Lebih lanjut Susy menerangkan, Fajar menderita cerebral palsy kemungkinan karena dua faktor. Salah satu faktornya yakni karena keracunan air ketuban, saat Fajar masih di dalam rahim ibunya.

Melaju Kencang Pakai Motor, Pria di Lamongan Tewas Tertikam Ranting Kayu Mahoni

Tak Temukan Karaoke Ilegal di Tuban, Petugas Gabungan Malah Dapati Miras

Final Piala Presiden 2019, Arema FC vs Persebaya: Polres Tanjung Perak Gelar Nobar Berhadiah

"Mungkin saja penyebab cerebral palsy Karena keracunan air ketuban. Faktor kedua mungkin juga karena infeksi. Infeksinya karena apa kami masih belum jelas. Karena Fajar lahir di RSUD dr Soetomo," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Susy mengungkapkan, serelah satu hari menjalani perawatan kondisi gizi Fajar saat ini mulai stabil. Tim medis Rumah Sakit RA terus memantau gizi Fajar.

"Tim medis memberikan obat gizi melalui infus dan makanan cair lewat sonde untuk Fajar," ucapnya.

Sebelumnya, nenek Fajar, Asmiatun (49) tak mengizinkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto membawa Fajar ke rumah sakit. Sebab Asmiatuan telah pasrah dengan kondisi Fajar. Menurut Susy, saat ini Asmiatun sudah bisa ikhlas menerima jika Fajar dirawat di rumah sakit.

"Nenek nya sudah bisa menerima keadaan dan bisa dikondisikan," pungkasnya. (nen/TribunJatim.com).

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved