Penderita Diabetes di Jatim Meningkat 329 Persen, Menkes: Perubahan Gaya Hidup Jadi Faktornya

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek memberikan data baru terkait penyakit di Jawa Timur. Satu di antaranya peningkatan penderita penyakit diabetes.

Penderita Diabetes di Jatim Meningkat 329 Persen, Menkes: Perubahan Gaya Hidup Jadi Faktornya
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Menkes Nila F Moeloek saat hadir dalam acara Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Hotel Bumi, Jumat (12/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek memberikan data baru terkait penyakit di Jawa Timur.

Satu di antara yang menjadi penekanan menteri kabinet kerja ini adalah peningkatan penderita penyakit diabetes di Jawa Timur yang meningkat pesat.

Dalam 20 tahun terakhir, di Jawa Timur ada peningkatan sebesar 329,8 persen untuk penderita diabeter mellitus.

Hal ini menjadi sorotan lantaran peningkatannya sangat pesat.

INFO SEHAT HARI INI - 5 Manfaat Tersimpan Buah Sukun, Mematikan Sel Kanker hingga Obati Diabetes

INFO SEHAT HARI INI - Manfaat Luar Biasa Batang Pohon Pisang, Bisa Cegah Batu Ginjal hingga Diabetes

Dikatakan Menkes Nila, satu di antara daerah yang paling besar tingkat diabetesnya adalah Kabupaten Madiun.

Selain Madiun, daerah seperti Kota Surabaya juga menjadi daerah yang meningkat angka diabetes mellitusnya.

"Jawa Timur tinggi sekali peningkatannya sampai 300 persen. Diakui juga oleh Kota Surabaya naik sebesar 5 persen. Nasional juga naik 8 persen," kata Menkes Nila saat hadir dalam acara Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Hotel Bumi, Jumat (12/4/2019).

Ia menyebut lifestyle atau gaya hidup menjadi penyebab utama peningkatan penderita diabetes.

Masyarakat mengalami perubahan gaya hidup dan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Terutama Jawa Timur yang peningkatannya lebih besar dibandingkan dengan Jawa Tengah.

"Faktornya adalah gaya hidup. Saya tidak menyalahkan, karena semua kita mengalami perubahan gaya hidup, kulinernya, cara maiannya. Maka saya mengajak untuk ayo mengonsumsi gizi yang seimbang," kata Menkes Nilla.

BREAKING NEWS - Dua Pelaku Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper di Blitar Tertangkap

Terungkap Sosok Pelaku Mutilasi Guru Honorer Ternyata Penjual Nasi Goreng, Baru Buka Warung 10 Hari

Menkes Nilla mengatakan peran rumah sakit, posyandu, dan puskesmas untuk ikut memberikan sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat terkait hidup yang sehat dan konsumsi gizi seimbang.

Lebih lanjut, Menkes Nila juga memberikan pengarahan agar masyarakat mengedepankan pencegahan atau preventif dibandingkan kuratif.

Sebab biaya yang dikeluarkan dalam bentuk kuratif lebih besar dibandingkan preventif. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved