Rumah Politik Jatim

Wow, Ini Hasil Survey IPPU Bawaslukab Terkait Money Politik Pada Pemilih di Lamongan

Politik uang masih mewarnai warga Lamongan Jawa Timur dalam perhelatan Pemilu.Diluar dugaan, hasil survey Bawaslukab Lamongan terkait indentifikasi po

Wow, Ini Hasil Survey IPPU Bawaslukab Terkait Money Politik Pada Pemilih di Lamongan
Waspada Online
money politics 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Politik uang masih mewarnai warga Lamongan Jawa Timur dalam perhelatan Pemilu.

Diluar dugaan, hasil survey Bawaslukab Lamongan terkait indentifikasi politik uang yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Ternyata, sebanyak 73 persen masyarakat pemilih di Lamongan ternyata sudah pernah menerima money politik.

Masyarakat pemilih Lamongan mengaku pernah menerima suatu imbalan tertentu, baik berupa uang
ataupun barang dari seseorang untuk memilih calon tertentu dari pengalaman Pemilu dan Pilkada yang sudah pernah berlangsung sebelumnya.

"Kita melakukan identifikasi politik uang beberapa waktu yang lalu, membuktikan, 73 persen masyarakat pemilih sudah pernah menerima money politik," kata Ketua Bawaslukab Lamongan, Miftahul Badar pada Surya.co.id di kantornya, Jumat (12/04/2019)

Survey itu merupakan akumulasi dari pemilu 2014 dan pilkada 2015 lalu. Hasil Identifikasi Potensi Politik Uang (IPPU) di Lamongan, ada tersisa 25 persen masyarakat pemilih di Lamongan mengaku tidak pernah menerima politik uang.

"Ini adalah jejak-jejak atau gambaran praktik politik uang berdasarkan pengalaman yang dialami oleh masyarakat pemilih," katanya kepada Tribunjatim.com.

Bentuk imbalan politik uang yang terbanyak adalah berbentuk uang dan berturut-turut setelahnya yaitu sembako, pakaian, jasa, pulsa dan pupuk serta bentuk lainnya dengan pemberi imbalan dalam hal memilih 52 persen masyarakat pemilih menyebut tim sukses sebagai pelaku yang memberikan suatu imbalan untuk mempengaruhi pilihan masyarakat pemilih.

Masyarakat pemilih yang pengalaman menyaksikan pemberian dan atau penerimaan imbalan sebanyak 37 persen dan 63 persen mengaku tidak pernah menyaksikannya.

Mengenai keterpengaruhan masyarakat pemilih oleh pemberian atau janji materi atau uang dalam penentuan pilihan, Badar menjelaskan, sebanyak 74 persen masyarakat pemilih menjawab tidak berpengaruh dan sisanya menjawab berpengaruh.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved