Konfirmasi Kampanye Terselubung, Bawaslu Malang Gagal Temui Menristekdikti, Janji Bertemu 23 April

Konfirmasi Kampanye Terselubung, Bawaslu Malang Gagal Temui Menristekdikti, Janji Bertemu 23 April Mendatang.

Konfirmasi Kampanye Terselubung, Bawaslu Malang Gagal Temui Menristekdikti, Janji Bertemu 23 April
SURYA/SULVI SOFIANA
Menristekdikti Prof M Nasir 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua orang petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang gagal menemui Menristekdikti, Prof M Nasir di Jakarta pada Jumat (12/4/2019).

Nasir tidak bisa memenuhi permintaan Bawaslu Kota Malang karena sedang berada di luar kota.

Seyogyanya, Bawaslu Kota Malang akan mengkonformasi M Nasri atas dugaan kampanye terselubung yang ia lakukan di Universtias Brawijaya beberapa waktu lalu.

Bawaslu Sebut Ada 71 TPS Rawan saat Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Blitar

Kenalkan Kereta Api keAnak-Anak, Daop 8 Surabaya Gelar Edutrain Goes To Malang

Bagikan QR Code Berisi Prestasi Jokowi ke Mahasiswa, Menristekdikti M Nasir Dilaporkan ke Bawaslu

M Nasir yang Juga Menristekdikti Hadiri Acara Kampanye KH Maruf Amin di Jember

Pertemuan itu dijadwalkan di Kantor Bawaslu RI,  DKI Jakarta.

"Pak Nasir tidak bisa datang karena berada di luar kota. Kemarin sekretarisnya sudah menemui kami,” ujar Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang, Rusmi Fahrizal Rustam, Sabtu (13/4/2019).

Namun Rustam mengatakan kalau M Nasir akan memenuhi pertemuan pada 23 April 2019 di tempat yang sama yakni kantor Bawaslu RI.

Rencananya pertemuan itu akan dimulai pukul 14.00 wib.

Meski pemanggilan dilakukan usai proses Pemilu, menurutnya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan di Kota Malang itu masih akan terus dilakukan.

Berdasarkan Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018 dijelaskan, penanganan pelanggaran dapat dilakukan selama 14 hari kerja setelah sejak didaftarkannya perkara.

"Masa kedaluwarsa kasus ini pada 29 April 2019. Artinya masih ada waktu untuk menindak," papar Rusmi.

Sebelumnya, Menristekdikti M Nasir diduga melakukan pelanggaran Pemilu saat mengisi kuliah tamu UB pada 27 Maret 2019 lalu.

Dugaan itu muncul saat ramai diperbincangkan oleh para mahasiswa di media jejaring sosial sesaat sesudah adanya kegiatan tersebut.

Berdasarkan laporan yang didapat, kuliah tamu yang berlangsung di Gedung Samantha Krida dengan tema Kebijakan kementerian menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 itu memuat ajakan memilih salah satu calon presiden. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved