Kurangi Angka Pengangguran, ini Cara Disnaker Lamongan

Masih banyaknya pengangguran, menjadi alasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan Jawa Timur kembali membuka job market.

Kurangi Angka Pengangguran, ini Cara Disnaker Lamongan
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Suasana Job Market Fair 2017 di JX Expo, Surabaya, Selasa (21/2/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Masih banyaknya pengangguran, menjadi alasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan Jawa Timur kembali membuka job market.

"Kesempatan ini untuk mengurangi angka pengangguran," kata Kepala Disnaker Lamongan, Hamdani Azahari kepada Surya.co.id, Sabtu (13/04/2019).

Bahkan tahun 2019, Hamdani akan menyelenggarakan dua kali job market sekaligus.
Pertama dilaksanakan pada 24 April dengan melibatkan 40 perusahaan.

"Job market ke dua jadwalnya masih belum ditentukan. Yang jelas, pasti ada," katanya kepada Tribunjatim.com.

Ia berharap job market ini dimanfaatkan para pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
Hamdani optimis akan ada kesempatan bagi para pencari kerja dengan dibukanya job market ini.

Apalagi perusahaan yang terlibat jumlahnya cukup banyak.

"Tentu peluangnya juga cukup banyak," kata Hamdani kepada Tribunjatim.com.

Pengerahan Massa Terakhir Putih Bersatu Pendukung Jokowi - Maruf Mulai Penuhi Gelora Bung Karno

Kisah Seorang Nenek Lahirkan Cucu Sendiri, Rela Pinjamkan Rahim untuk Kebahagiaan Sang Putri

FOTO BARU Ani Yudhoyono Tiduran di Ranjang, SBY - AHY Berdoa, Annisa Pohan Ungkap Situasi Sebenarnya

Tempat job market seperti biasanya, tetap di lokasi Disnaker.

Menurut Hamdani, selain melalui job market, Disnaker juga membuka pelatihan - pelatihan untuk meminimalisir angka pengangguran.

Pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat, hand skill, 30-36 hari. Roda dua, empat, pengelasan, menjahit, prosesing tata boga, pertukangan, teknologi mekanikal, dan lain-lain. Dipaparkan, lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lamongan tersebut sudah banyak yang terserap di sejumlah perusahaan.

Dari sebanyak 472 orang yang ikut pelatihan di Disnaker, sudah banyak yang diserap entrepreneur.

"Sekitar kurang lebih 2,0 persen," katanya.

Dani berharap, berbagai upaya tersebut dapat menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan.
Pada 2017, angka pengangguran sebesar 4,12 persen atau 26.300 orang, turun menjadi 20.600 orang atau 3,17 persen pada tahun 2018.

Tingkat Pengangguran terbuka yang tahun 2018 sebesar 3,17 persen, didominasi lulusan SMK, Diploma dan Sarjana. Kita targetkan di tahun 2021 turun menjadi 3,0 persen. Disnaker Lamongan nantinya juga akan mendorong sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan job market, seperti yang dilakukan Disnaker.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved