Kasus Menantu Bakar Mertua di Pujon, Polisi Akan Bawa ke Psikiater, Sebut Kejiwaan Pelaku Terganggu

Kasus Menantu Bakar Mertua di Pujon, Polisi Akan Bawa ke Psikiater, Sebut Kejiwaan Pelaku Terganggu.

Kasus Menantu Bakar Mertua di Pujon, Polisi Akan Bawa ke Psikiater, Sebut Kejiwaan Pelaku Terganggu
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Jenazah Lismini saat tiba di rumah duka, Sabtu (13/4/2019). Lismini meninggal karena luka bakar yang parah. ia dibakar oleh menantunya sendiri, Nurul Muntolib. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Nurul Muntolib (30) tersangka yang membakar mertuanya akan dibawa oleh pihak kepolisian ke Psikiater.

Menantu yang bakar mertua ini akan diperiksa kesehatan jiwanya, karena menurut pihak polisi kejiwaan Nurul terganggu.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo.

VIRAL di IG Hotman Paris, Wanita Ngadu Diajak Jaksa Berhubungan Intim di Mobil dan Tinggal Serumah!

Tak Sepi Pengunjung, Pasar Comboran Malang Bisa Dipakai Tempat Nikah & Nobar, Asal Jaga Kebersihan

Konfirmasi Kampanye Terselubung, Bawaslu Malang Gagal Temui Menristekdikti, Janji Bertemu 23 April

Diduga Iri Punya Kasur Baru, Menantu dari Malang Ini Nekat Bakar Mertuanya Hidup-hidup, Tewas di RS

Usai Bakar Mertua di Batu, Menantu Ini Pilih Sembunyi di Hutan Karena Takut Dimassa, Diciduk Polisi

"Akan kami bawa ke psikiater untuk memeriksa kesehatan jiwanya. Karena dari perlakuan tersangka diduga tidak sehat dari sisi psikologisnya," kata Anton, Minggu (14/4).

Dikatakannya jika hubungan antara Nurul dengan Lismini korban pembakaran, sudah tidak baik. Banyak hal-hal kecil yang sering diperdebatkan oleh mereka.

Sehingga pada akhirnya tersangka menyiram bahan bakar minyak ke tubuh korban, lalu membakar tubuh korban pada Jumat (12/4).

Kejadian itu terjadi di Dusun Ngebrong, Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Anton menjelaskan, saat kejadian suami tersangka tidak sedang di rumah. "Suami tersangka sedang bekerja saat kejadian," imbuhnya.

Suami tersangka sehari-hari memang bekerja sebagai petani. Sedangkan tersangka bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 44 ayat 3 undang-undang nomor 23 tahun 2004. Lalu pasal alternatif pasal 353 KUHP tentang penganiayaan berencana, dengan masa hukuman 9 tahun dan 15 tahun penjara.

Pakai Akun Dokter Cinta, Pelaku Mutilasi Guru Budi Kerap Unggah Status & Video, Isinya Patah Hati

Perlakuan Reino Pada Tukang Kebunnya Dibongkar Orang Dekat, Bahas Sikap dan Kebiasaan saat Memanggil

Kisah Audrey Yu, Anak Jenius dari Surabaya yang Kecerdasannya Justru Dianggap Orang Indonesia Aneh

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved