Lahan Tambak di Kabupaten Lamongan Kebanjiran, Pemilik Malah Mengaku Dapat Berkah, Kok Bisa?

Banjir Meluas di Kabupaten Lamongan sebabkan Lahan Tambak Kebanjiran. Harga ikan naik akibat banjir.

Lahan Tambak di Kabupaten Lamongan Kebanjiran, Pemilik Malah Mengaku Dapat Berkah, Kok Bisa?
SURYA.CO.ID/HANIF MANSHURI
Akitivitas para pedagang ikan di Pasar Ikan Lamongan. Mereka menikmati harga ikan yang merangkak naik cukup lumayan, Minggu (14/04/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN- Banjir yang melanda sejumlah lima wilayah di Kabupaten Lamongan Jawa Timur khususnya areal tambak membawa berkah bagi pemilik ikan yang bisa dipanen.

Pasalnya, harga ikan air tawar mulai merangkak naik dan sangat menjanjikan.

Naiknya harga ikan ini lantaran untuk memanen ikan harus dengan susah payah karena lahan tambak terlalu dalam akibat banjir.

Kronologi Tewasnya Pria yang Diterkam Buaya Sungai Malaoge, Kakinya Menancap Lumpur saat Ditemukan

Driver Ojol Dinilai Kurang Ganteng, Tiga Gadis Ini Batalkan Pesanannya, Langsung Jadi Buronan

Gadis Usia 6 Tahun Tewas di Tangan Adiknya Sendiri Akibat Orang Tua Letakkan Pistol Sembarangan

Meski harga ikan naik akibat banjir dan merasa untung akibat banjir di Lamongan, namun sebagian liannya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk keperluan menangani lahan tambak yang kebanjiran.

Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Sutamaji dikonfirmasi Surya.co.id, Minggu (14/04/2019) mengatakan, suasana banjir dalam sepekan ini mendongkrak harga ikan.

Diungkapkan, saat ini harga ikan Bandeng Rp 25 ribu per kilogram (isi 4-5 ekor), Mujaer Rp 22 ribu per kilogram (isi 5-6 ekor), sementara udang Rp 42 ribu per kilogram.

Padahal sebelum banjir, pada kurun waktu bulan Maret, harga bandeng hanya bertengger pada kisaran Rp 18 ribu perkilogram.

"Kalau pada buulan Maret atau sebelum banjir, Bandeng Rp 18 ribu per kiligram (isi 4-5 ekor), " kata Sutamaji.
Sedang Mujaer Rp 16 ribuper kilogram (isi 5-6 ekor) dan Udang Rp 41 ribuper kilogram.

Banjir, harga malah naik ? menurut Sutamaji, naiknya harga ikan air tawar ini, disebabkan karena pasokan ikan yang mengalami penurunan kurang lebih 5,14 ton per hari.

Tidak banyak yang panen, karena petambak umumnya kesulitan, akibat air terlalu dalam.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved