Heboh Temuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Bendungan Waruturi Kediri, Ada Ciri Gondok & Gigi Ompong

Heboh Temuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Bendungan Waruturi Kediri, Ada Ciri Gondok & Gigi Ompong.

Heboh Temuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Bendungan Waruturi Kediri, Ada Ciri Gondok & Gigi Ompong
SURYA/DIDIK MASHUDI
Petugas kepolisian mengevakuasi penemuan mayat di Bendunggerak Waruturi, Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Mayat perempuan tanpa busana ditemukan terdampar di pinggiran Bendungan Waruturi, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (15/4/2019).

Mayat tak dikenal ini pertama kali diketahui oleh Sukarji (60) pedagang warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Penemuan mayat berawal saat Sukarji mau membuka warungnya yang berada di pinggir Bendungan Waruturi diberitahu oleh seorang pemancing bahwa di pinggir Sungai Brantas ada mayat.

Kebobolan Tagihan Rp 11,5 Juta, Ibu Asal Kediri Ini Masih Terus Tembusi Developer Game Online

Pelaku Mutilasi Guru Honorer Kediri Terbukti Pengguna Sabu, Polisi Kaget Temukan Barang Bukti Ini

Gudang Penyimpanan Milik Ponpes Kedunglo Kota Kediri Ludes Terbakar

Koper yang Digunakan Membungkus Jasad Guru Honorer Asal Kediri Milik Ibu Pelaku Asal Blitar

Selanjutnya Sukarji mengecek ke lokasi menemukan ada mayat di pinggir aliran Sungai Brantas. Saat pertama kali ditemukan korban dalam kondisi tengkurap.

Penemuan mayat perempuan tak dikenal ini selanjutnya diberitahukan kepada Murtajam, satpam Bendungan Waruturi.

Selanjutnya petugas melaporkan temuan itu ke Polsek Gampengrejo.

Kapolsek Gampengrejo AKP Muklason saat dikonfirmasi menjelaskan, mayat yang ditemukan di Bendungan Waruturi berjenis kelamin wanita, usia sekitar 65 tahun, tinggi 146 cm, dengan ciri-ciri korban mempunyai gondok di lehernya dan giginya sudah ompong.

"Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 5 hari karena tubuhnya sudah membengkak dan rambutnya sudah terkelupas," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda -tanda bekas penganiayaan. "Selanjutnya mayat kami bawa ke RSUD Pare guna dilakukan autopsi," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved