Indeks Pembangunan Manusia 2018 di Jatim Tumbuh Segini, Surabaya Raih Kategori Paling Tinggi

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim sepanjang 2018 terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Indeks Pembangunan Manusia 2018 di Jatim Tumbuh Segini, Surabaya Raih Kategori Paling Tinggi
TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim sepanjang 2018 terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Tercatat, IPM Jatim di 2018 mencapai 70,77 persen atau tumbuh sebesar 0,72 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 70,20 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim, Teguh Pramono menjelaskan, untuk kali pertama IPM seluruh kabupaten/kota di Jatim tidak ada kategori rendah.

Link untuk Mengecek DPT Secara Online dapat Dilihat di Bawah Ini, Cek Dulu Sebelum Nyoblos

Pemilu 2019, Pihak yang Janjikan Hadiah Agar Pilih Satu Calon di Pemilu Terancam 4 Tahun Penjara

"Surabaya tercatat IPMnya tertinggi yakni 81,74 persen. Sementara terendah yakni Sampang sebesar 61,00 persen," jelasnya di kantor BPS Jatim, Senin (15/4/2019).

Selain Surabaya, lanjut Teguh, daerah yang memiliki IPM tinggi ialah Kota Malang dan Madiun.

Dia menambahkan, secara keseluruhan IPM Jatim sepanjang 2018 terinci 17 kabupaten/kota kategori tinggi, 18 kabupaten/kota kategori rendah, serta sedang.

"Selama periode 2017 hingga 2018, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,97 tahun, meningkat 0,17 persen," tambahnya.

Lagu Baru BTS Boy With Luv Berhasil Menduduki Posisi Ketiga dalam Spotify’s Global Top 200 chart

4 Rekomendasi Skincare Korea Innisfree Harga di Bawah Rp 500 Ribu untuk Perawatan Tubuh

Teguh juga menyebutkan, anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,10 tahun, meningkat 0,01 persen.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,39 tahun, juga meningkat 0,05 persen.

Pengeluaran per kapita yang disesuaikan (harga konstan 2012) telah mencapai Rp 11,38 juta, meningkat Rp 407 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved