Kondisi Situs Sekaran Malang Hancur, Balai Arkeologi Yogyakarta Belum Bisa Ambil Sampel Uji Karbon

Kondisi Situs Sekaran di Malang Hancur, Balai Arkeologi Yogyakarta Belum Bisa Ambil Sampel Uji Karbon.

Kondisi Situs Sekaran Malang Hancur, Balai Arkeologi Yogyakarta Belum Bisa Ambil Sampel Uji Karbon
SURYAMALANG.COM/RIFKI EDGAR
Situs Sekaran yang terletak di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta belum bisa mengambil sampel untuk uji karbon di Situs Sekaran yang berada di kawasan pembangunan kilometer 37 Tol Pandaan-Malang.

Hal ini lantaran kondisi Situs Sekaran yang telah hancur.

"Tujuan kami penggalian secara vertikal itu salah satunya itu adalah penggalaian data berupa karbon. Berhubung lokasinya sudah disturb, terganggu jadi belum bisa kami ambil sampling," kata Ketua Tim Penelitian Penjajagan Situs Sekaran, Herry Priswanto di Malang, Senin (15/4/2019).

7 Kecamatan di Kabupaten Malang Dinilai Strategis Untuk Pembangunan, RTRW Segera Direvisi

Gunakan E-payment Trayek Surabaya-Malang, Organda Jatim Berharap Bisa Ditiru Trayek Lain

Imbauan KPU Kota Malang Bagi Para Daftar Pemilih Khusus saat Nyoblos ke TPS, Simak Ini!

Ia menambahkan terkait periodesasi bangunan yang semula diduga sebelum era Kerajaan Majapahit juga belum bisa dipastikan.

Temuan penyerta seperti gerabah dan koin juga belum menjadi petunjuk pada era apa situs tersebut dibangun.

"Kalau temuan penyerta dalam satu konteks bisa, tapi sebagian besar temuan penyerta itu temuannya tidak satu konteks," ucap Herry.

Menurut Herry, Situs Sekaran mengalami empat fase perjalanan dari sejak dibangun.

Fase pertama, adalah bangunan yang difungsikan sebagai kawasan peribadatan, fase kedua bangunan tersebut ditinggalkan dan fase ketiga yang paling krusial yakni pengrusakan.

"Fase keempat sadar bahwa yang mereka lakukan (pengerusakan) itu sebenarnya sebuah situs," kata dia.

Herry belum bisa memastikan kapan ekskavasi lanjutan oleh Balar Yogyakarta akan kembali dilakukan,

"Belum tahu kapan. Nanti menunggu keputusan di level pimpinan," pungkasnya.

Sebelumnya, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah melakukan ekskavasi penyelamatan di Situs Sekaran. Kesimpulan sementara diambil bahwa bangunan yang ada di Situs Sekaran adalah komplek peribadatan yang menghadap ke Gunung Semeru.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved