Korban Penipuan Oleh Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Tempuh Jalur Damai, Asalkan. . .

Ketiga korban penipuan yang diduga dilakukan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli Ubaidillah mencoba menempuh jalur damai

Korban Penipuan Oleh Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Tempuh Jalur Damai, Asalkan. . .
ist
ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ketiga korban  diduga  penipuan yang diduga dilakukan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli Ubaidillah mencoba menempuh jalur damai untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, syaratnya Aang harus mengembalikan uang yang telah diserahkan.

Kuasa hukum tiga korban, Sulaiman mengatakan, para korban juga tak segan untuk mencabut laporan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan di polisi.

"Para korban bisa mencabut laporannya ketika kedua belah pihak sepakat berdamai. Karena masih bersifat delik aduan, korban bisa mencabut laporannya," katanya, Senin (15/4).

Dia melanjutkan, para korban berharap uang kembali. Total uang yang telah diserahkan ke Aang dari ketiga korban yakni Rp 163 juta.

"Karena korban berharap uang mereka kembal, kami mohon Pak Aang bertemu dengan korban dan menyelesaikan masalah ini secara damai. Alangkah baiknya, proses damai dilakukan di depan penyidik agar sama-sama tahu," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dia mengungkapkan, tawaran damai dari kliennya semata-mata karena tak ingin ada yang dirugikan. Selain itu, pihaknya juga merasa kasihan dengan Aang.

Korban Penipuan Diduga Dilakukan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Bertambah 3 orang

Balde Diisukan Hengkang dari Persebaya, Ini Komentar Pelatih Persebaya Djanur

Pelunasan Biaya Haji Tahap Pertama Berakhir, 84 CJH di Jombang Belum Lunasi, 50 Lainnya Mundur

Pelaku Mutilasi Budi Hartanto Mengaku Mencintai Korban dan Sempat Berhubungan Sebelum Membunuh

"Kami merasa kasihan dengan pak Aang, jenjang karirnya masih panjang, di sisi lain dia juga masih muda. Kami menyayangkan bila pak Aang tak merapat," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Namun, Aang merasa tak pernah melakukan penipuan terhadap tiga klien Sulaiman. Dia memilih menjalani proses hukum.

"Saya mau kembalikan apa? Saya tak terima apa-apa. Saya serahkan kasus ini ke Polres Mojokerto, karena saya taat hukum. Saya akan hadapi dan serahkan ke Allah SWT," pungkas Aang.

Mudji Rohmat (63) warga Dusun Pandan Sili, Desa Wonorejo, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Siti Khoiyumi (52) warga Beloh, Trowulan, Kabupaten Mojokerto dan Irwan Siswanto (39) warga Jalan Melati, Sooko, Kabupaten Mojokerto dijanjikan Aang bisa memasukkan anggota keluarga menjadi PNS serta menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Siti menyerahkan uang Rp 70 juta, Mudji menyerahkan uang Rp 65 juta, dan Irwan menyerahkan Rp 28 juta kepada Aang. Uang tersebut sebagai syarat untuk memasukkan anggota keluarga mereka menjadi PNS dan tenaga honorer. Namun janji tersebut hingga kini belum terealisasi. (nen/TribunJatim.com).

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved