Guru Honorer Dimutilasi

Pembunuhan yang Berujung Mutilasi Dilakukan Pelaku Tanpa Persiapan Koper

Diluar dugaan, ternyata pembunuhan disertai mutilasi pada Budi Hartanto guru honorer asal Kediri, dilakukan oleh pelaku sebelum ada koper.

Pembunuhan yang Berujung Mutilasi Dilakukan Pelaku Tanpa Persiapan Koper
kolase TribunJatim.com
Ilustrasi kronologi pemutilasian Guru Budi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Diluar dugaan, ternyata pembunuhan disertai mutilasi pada Budi Hartanto guru honorer asal Kediri, dilakukan oleh pelaku sebelum ada koper.

Koper berwarna hitam tersebut merupakan miliki ibunda Aris Sugianto (23) yang tinggal di Mangunan, Udanawu, Blitar.

Koper tersebut dibawa Aris tanpa sepengetahuan ibunya, hingga belakangan saat kasus tersebut mencuat Aris beralibi kepada ibunya bahwa koper tersebut dijual dengan alasan untuk tambah modal.

Padahal, kejadian sebenarnya koper tersebut digunakan Aris untuk mewadahi tubuh Budi Hartanto yang baru saja ia bunuh.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela membenarkan bila koper tersebut ada sesudah pembunuhan itu terjadi.

"Pembunuhan itu terjadi sebelum ada koper," katanya pada awak media di Halaman Reskrimum Polda Jatim, Senin (15/4/2019).

7 FAKTA BARU Pembunuh Guru Honorer, Akui Cinta Tapi Ikut Habisi Nyawa Korban, Kini Nangis Minta Maaf

Pelaku Mutilasi Budi Hartanto Mengaku Mencintai Korban dan Sempat Berhubungan Sebelum Membunuh

Korban Pelecehan Seksual di Malang Melapor ke Polisi Malah Ditolak, Disebut Buktinya Kurang Kuat

Usai menghabisi nyawa 'pasangan sejenisnya' itu bersama Aziz Prakoso, Aris memiliki ide untuk membuang mayat Budi ke suatu tempat menggunakan koper.

"Makanya itu dia pulang ambil koper, lalu balik lagi," lanjutnya.

Hingga Aris bolak-balik pulang-pergi ambil koper di rumahnya itu, ide memenggal kepala korban belum muncul.

Saat tiba pada suatu momen, dimana koper tak cukup besar untuk menyimpan mayat Budi, munculah ide dari Aris untuk memenggal kepala korban agar muat.

"Jadi pas ambil koper, kepalanya belum putus," katanya.

Sebelum mayat dimasukkan dalam koper, lanjut Leo, ternyata kedua pelaku membersihkan terlebih dahulu luka-luka ditubuh korban sebelum dimasukkan ke dalam koper.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved