Rayakan Hari Kartini Sekaligus Hari Bumi, Siswa KB TK Margie Fashion Show Busana Daur Ulang

Hari Kartini dan Hari Bumi diperingati dalam waktu yang berdekatan, Hari Kartini pada 21 April, sementara Hari Bumi pada 22 April.

Rayakan Hari Kartini Sekaligus Hari Bumi, Siswa KB TK Margie Fashion Show Busana Daur Ulang
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Fashion Show KB TK Margie Surabaya di Panggung Kartini Day's Pakuwon Trade Center, Senin (15/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari Kartini dan Hari Bumi diperingati dalam waktu yang berdekatan, Hari Kartini pada 21 April, sementara Hari Bumi pada 22 April.

Untuk itu, KB TK Margie Surabaya, punya cara tersendiri untuk menyambut dua hari tersebut sekaligus, yaitu dengan menggelar fashion show dengan busana yang terbuat dari plastik bekas.

Kegiatan ini dilaksanakan di panggung Kartini Day's Pakuwon Trade Center (PTC) yang berada di Main Atrium, Lower Ground Floor hari ini, Senin (15/4/2019),

Sekitar 100 siswa KB TK Margie Surabaya tampak berlenggak lenggok dengan busana yang terbuat dari bungkus sabun, karung beras, juga botol plastik bekas minuman.

(Gelar Fashion Show untuk Penyandang Disabilitas di Grand City Surabaya)

(Peringati Hari Kartini, Emak-emak Perumahan di Kediri Ini Lomba Baca Puisi dan Tukar Kado)

Kepala KB TK Margie Surabaya, Dini Hapsari S Psi mengatakan kegiatan fashion show itu, sudah direncanakannya sejak satu tahun lalu untuk menyambut Hari Kartini sekaligus Hari Bumi.

"Kita sudah sounding ke orangtua murid sejak satu tahun lalu, supaya mereka menyiapkan waktu untuk bisa benar-benar mengerjakan busananya di rumah bersama anak-anak," ucap Dini.

"Bahan plastik tidak terpakai mewakili Hari Bumi, sementara koordinasi antara anak dan orangtua, khususnya ibu mewakili Hari Hartini," ujar Dini.

Satu bulan menuju hari H, para pengajar KB TK Margie meminta foto orangtua dan anak saat mengerjakan busana daur ulang di rumah.

Hal itu dilakukan sebagai bukti bahwa keduanya benar-benar membuat busana daur ulang itu bersama-sama.

Sebab, kegiatan tersebut, disampaikan Dini juga bertujuan supaya anak-anak dan orangtua memiliki momen spesial untuk dihabiskan bersama, menyambut Hari Kartini.

(Earth Day 2018 - Alasan di Balik Dipilihnya 22 April sebagai Hari Bumi, Ini Sederet Spekulasinya)

(4 Fakta Hari Bumi yang Wajib Kamu Tahu, Inspirasi dari Tumpahan Minyak hingga Sosok Penggagasnya)

"Membantu anak menpersiapkan penampilannya itu kan salah satu bentuk perjuangan perempuan sebagai seorang ibu ya. Maksud saya, setelah perjuangan RA Kartini, para ibu juga harus terus berjuang, tidak meninggalkan karir dan hobynya, juga tidak mengesampingkan buah hatinya," jelas Dini.

Penggunaan bahan-bahan bekas pakai, lanjutnya, merupakan salah satu upaya sekolah supaya para siswanya belajar sejak dini, berperan untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi dan mendaur sampah plastik.

Busana daur ulang hasil kolaborasi siswa dan orangtuanya itu, selanjutnya akan dinilai dan dipilih enam busana terbaiknya.

Penilaian busananya, dilakukan oleh salah satu pengajar Sekolah Margie Surabaya yang bukan guru KB TK dan MS Hadi Arsa, Event Coordinator PTC.

(Peringati Hari Kartini, Emak-emak Perumahan di Kediri Ini Lomba Baca Puisi dan Tukar Kado)

(Jelang Peringatan Hari Bumi, SAIM Surabaya Ajak Murid dan Orang Tua Cintai Lingkungan Sejak Dini)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved