Pemilu 2019

Relawan Japri Kampanye, Ajak Milenial Ikut Mengawasi Jalannya Pemilu

“Ini memudahkan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran,” terang Koordinator Japri Tulungagung, Andi Mahifal, Senin (15/4/2019).

Relawan Japri Kampanye, Ajak Milenial Ikut Mengawasi Jalannya Pemilu
david yohanes/surya
Relawan Japri menyosialisasikan aplikasi pelaporan pelanggaran Pemilu berbasis Android. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Aplikasi berbasis Android, Jaringan pemantau dan Riret (Japri) diluncurkan pada Maret 2018.

Aplikasi ini bersifat terbuka, untuk menjaring peran masyarakat mengawasi jalannya Pemilu 2019.

Aplikasi ini bersinergi langsung dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Gakkumdu.

Di tampilan aplikasi ini, berisi berita, kampanye, isu, pelanggaran dan kontak Japri.

Di bawah tampilan itu, ada setiap tahapan pemilu.

Masyarakat bebas mengunduh dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran, lewat opsi “pelanggaran”.

“Ini memudahkan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran,” terang Koordinator Japri Tulungagung, Andi Mahifal, Senin (15/4/2019).

Untuk mengenalkan aplikasi ini, Andi bersama 9 relawan Japri lainnya aktif mendatangi lokasi nongkrong kelompok milenial.

Mereka menunjukkan cara mengoperasikan aplikasi, hingga mengisi formulir pelaporan pelanggaran.

RSUD Dr Soetomo Masih Periksa Rekam Medis Bayi yang Diduga Tertukar Usai Operasi Caesar

Kronologi Siswi SMA Dihamili Bocah SD, Korban & Pelaku Masih Keluarga hingga Lahirkan Bayi Prematur

Kronologi Mutilasi Guru Budi, 4 Kali Berhubungan Intim Dengan Pelaku, Berujung Cekcok Karena Uang

Kelompok milenial sengaja dipilih, karena mereka adalah sasaran kampanye para caleg dan tims pemenangan capres.

“Lewat aplikasi ini, mereka tidak hanya terlibat dukung mendukung. Tapi secara ektif mereka juga bisa memantau Pemilu,”sambung Andi kepada Tribunjatim.com.

Secara aktif relawan Japri akan memantau beberapa wilayah yang dianggap rawan pelanggaran selama Pemilu.

Salah satunya adalah serangan fajar, atau politik uang untuk memengaruhi pilihan masyarakat.

“Kalau saat ini pelanggaran yang banyak ditemui, adanya APK (alat peraga kampanye) yang masih dipasang di masa tenang,” pungkas Andi. (David Yohanes/TribunJatim.com).

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved