Inspektorat Kabupaten Malang Akan Audit 138 Desa, Fokus Pemeriksaan Pada Perencanaan dan Anggaran

Inspektorat Kabupaten Malang Akan Audit 138 Desa, Fokus Pemeriksaan Pada Perencanaan dan Anggaran.

Inspektorat Kabupaten Malang Akan Audit 138 Desa, Fokus Pemeriksaan Pada Perencanaan dan Anggaran
TRIBUN JAMBI
ilustrasi inspektorat audit desa 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Inspektorat Kabupaten Malang akan melakukan audit terhadap 138 desa di Kabupaten Malang.

Untuk itu Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maistuti mewanti-wanti agar pihak pemerintah desa meminimalisasi timbulnya kesalahan.

Audit terhadap pemerintah desa yang ada di Kabupaten Malang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu.

KPU Kota Malang Siapkan 11 TPS di Lapas Lowokwaru, Salurkan Hak Pilih Untuk 2272 Warga Binaan

Hati-hati ! Beredar Akun FB Palsu Wali Kota Malang Sutiaji, Modusnya Minta Dana Santunan Anak Yatim

Berpotensi Kabut, Tol Malang-Pandaan akan Dipasangi Rambu-rambu Rawan Kabut

Amankan Pemilu 2019, Polres Malang Antisipasi Serangan Fajar dan kerusuhan massa

Sebanyak 120 desa diperiksa pada tahun 2017 dan 120 lainnya diperiksa tahun lalu. Sisanya sebanyak 138 desa yang akan diaudit.

Tridiyah memaparkan,  terdapat tiga persoalan utama yang jadi fokus pihaknya. Yakni perencanaan, implementasi kegiatan dan anggaran , serta pertanggungjawabannya.

“Misalnya disektor pajak, kalau sudah dibelanjakan ya segera dihitung dan diserahkan, kalau belum dipungut ya segerakan dipungut supaya tidak jadi peluang untuk menjadi temuan,” terang Tridiyah ketika dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Tridiya ingin agar para kepala desa dan perangkat memperkecil peluang-peluang kesalahan.

Karena hal tersebut berpotensi menjadi sumber permasalahan di belakang hari.

Tridiyah menambahkan, agar seluruh desa di Kabupaten Malang segera menyelesaikan LPJ dana desa tahun sebelumnya dan peraturan desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

“Kalau sudah belanja ya sesuaikan dengan realnya, jangan sampai kurang atau pun berlebih. Nanti kurang volumenya tapi ketika ditanya kemana sisanya duitnya nggak ono (tidak ada),” minta Tridiyah. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved