Pengendara Motor Nekat Melawan Arus di Bawah Jembatan Layang Waru Sidoarjo

Meski telah dipasangi pembatas beton di pertigaan bawah jembatan layang Waru, Sidoarjo nyatanya banyak pengendara motor yang melawan arus.

Pengendara Motor Nekat Melawan Arus di Bawah Jembatan Layang Waru Sidoarjo
Tribunjatim/kukuh kurniawan
Pengdendara motor melawan arus di bawah jembatan layang Waru Sidoarjo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Meski telah dipasangi pembatas beton di pertigaan bawah jembatan layang Waru, Sidoarjo nyatanya banyak pengendara motor yang melawan arus.

Berdasarkan pantauan TribunJatim.com, Selasa (16/4/2019), pengendara motor tersebut tak mengindahkan adanya pembatas beton.

Para pengendara motor tersebut berjalan dari arah Surabaya lalu memutar balik di bawah jembatan layang Waru. Kemudian langsung memotong melawan arus menuju Jalan Letjen Sutoyo, Waru, Sidoarjo.

Padahal berkendaraan melawan arus sangat berbahaya, sebab kendaran roda empat maupun bus dari arah Bungurasih ke arah timur menuju Surabaya sering lewat dan harus berhadapan dengan motor yang melawan arus.

Seorang warga sekitar, Achmad Robbani mengatakan kawasan tersebut seringkali terjadi kemacetan diakibatkan volume kendaraan.

"Disini sering banget macetnya. Sekitar pukul 06.00, waktu orang berangkat kerja sama pulang kerja sekitar pukul 16.00," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Bawaslu Surabaya : Ada Indikasi Politik Uang Hingga Pasca Perhitungan Suara

Cak Lontong Murka dengan Mardani Ali Sera Nyinyiri Jokowi Masuk dalam Kakbah: Kebacut!

Tagihan RSUD Sidoarjo ke BPJS Kesehatan Mencapai Nominal 30 Miliar Setiap Bulannya, Ini Rinciannya

Ia juga menjelaskan lampu lalu lintas di pertigaan tersebut sudah lama tak beroperasi. Sehingga banyak pengguna jalan saling tak mengalah melewati pertigaan tersebut.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Fahrian Saleh Siregar menjelaskan pembatas beton tersebut dipasang agar pengendara motor tidak nekat melawan arus.

"Dulu ada pembatasnya, tapi sering digeser geser. Harapannya kalau sudah seperti ini tidak akan mungkin digeser," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved