Tukang Becak di Pamekasan Diadili Gara-Gara Cabut Pohon Pisang, Kini Gugat Pelapor

Padla (65), seorang tukang becak, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan berakhir di pengadilan karena mencabut 3 batang pohon pisang.

Tukang Becak di Pamekasan Diadili Gara-Gara Cabut Pohon Pisang, Kini Gugat Pelapor
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Padla, tukang becak di pamekasan yang dilaporkan ke polisi akibat ambil 3 pohon pisang ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Padla (65), seorang tukang becak, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan berakhir di pengadilan karena mencabut 3 batang pohon pisang.

Dia pun mengajukan gugatan balik ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan melalui permohonan prodeo, Senin (15/4/2019).

Ia didampingi kuasa hukumnya dari LBH Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (Pusara) Pamekasan beserta istri dan 3 anaknya. 

Ketua LBH Pusara sekaligus kuasa hukum Padla, Marsuto Alfianto mengatakan, gugatan yang dilakukan pihaknya hari ini merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan oleh Busiyeh ke Polres Pamekasan.

(Kemarahan Hotman Paris ke KPPAD yang Enggan Bawa Kasus Audrey ke Pengadilan: Lu Jangan Asal Ngomong!)

(Empat Pelajar di Bangkalan Terlibat Pencurian Motor dan Perampasan Ponsel)

"Padla dilaporkan dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960," katanya.

Alfianto melanjutkan, menurutnya Padla masih dianggap pemilik sah dari tanah tersebut.

"Gugatan balik ini kami lakukan karena klien kami masih pemilik sah tanah tersebut. Gugatan balik ini juga merupakan imbas dari putusan pidana kemarin yang diputus oleh hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Pamekasan," terangnya.

Langkah awal yang dilakukan pihaknya untuk melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah milik Padla yaitu mengajukan gugatan permohonan Prodeo terlebih dahulu.

"Mengingat Pak Padla ini adalah warga yang kurang mampu, maka harus mengajukan permohonan Prodeo. Prodeo ini memohon kepada Pengadilan Negeri untuk bebas administrasi," katanya.

Marsuto Alfianto melanjutkan, selain Prodeo, pihaknya juga sudah mengajukan gugatan Probono, hal itu berkaitan dengan pengacara yang artinya kuasa hukum juga digratiskan.

(Lagi, Dua Kapal Ikan Asing (KIA) Berbendera Vietnam Tertangkap di Laut Natuna, Diduga Pencurian Ikan)

(Nyaris Dihajar Massa, Pencuri Motor Petani di Tuban Diringkus Polisi, Begini Modus Curinya)

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved