Asyik Tiduran, Polres Malang Kota Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi

Polres Malang Kota berhasil menangkap terduga pelaku kasus mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di eks gedung Matahari Departmen Store Pasar Besa

Asyik Tiduran, Polres Malang Kota Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Tim Inafis Polda Jatim dan Polres Malang Kota saat menunjukkan pakaian yang diduga dikenakan oleh korban mutilasi di Pasar Besar. 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polres Malang Kota berhasil menangkap terduga pelaku kasus mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di eks gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar.

Terduga pelaku ditangkap di Jalan RE Martadinata sekitar pukul 16.00 WIB di dekat tempat persemayaman janazah Panca Budi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, menuturkan penangkapan diawali dari petunjuk nama 'Sugeng' yang diukir di telapak kaki korban. Petunjuk lain, didapat setelah anjing pelacak mengendus bau pelaku di Jalan RE Martadinata.

"Personil kami kemudian melakukan penyelidikan di seputaran kelenteng di sekitar RE Martadinata. Di situ ada seseorang yang sedang tidur kemudian dipanggil dan menjawab bahwa namanya Sugeng," kata Asfuri, Rabu (15/5/2019) malam.

Setelah itu, polisi kemudian membawa terduga pelaku ke Mapolres Malang Kota untuk diperiksa. Saat diperiksa, terduga pelaku mengakui perbuatannya telah memotong korban sekitar enam hari lalu di Pasar Besar.

BREAKING NEWS, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Kota Malang

Bekerja 8 Bulan, Sales ini Gelapkan Uang Perusahan Rp 165 Juta, Nginap di Tahanan Polres Tulunggung

Pemutilasi di Pasar Besar Kota Malang Dinilai Tak Profesional, Kriminolog: Banyak Tinggalkan Jejak

Ia menambahkan pelaku adalah warga Kelurahan Jodipan yang sehari-harinya menganggur. Terduga pelaku dan korban bertemu pertama kali di depan Kelenteng En Ang Kiong sekitar sembilan hari lalu.

"Dari keterangan terduga pelaku, korban merupakan orang Maluku. Namanya siapa tidak mau menyebutkan," kata dia.

Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku mutilasi. Namun berdasarkan keterangan yang diberikan kepada penyidik, terduga pelaku memutilasi karena pesan dari korban.

"Jadi korban ini ketemu dengan terduga pelaku dalam keadaan sakit. Sebelum meninggal, korban berpesan supaya tubuhnya dipotong," ujarnya.

Asfuri mengatakan polisi juga berhasil mendapatkan alat yang diduga untuk mengeksekusi tubuh wanita korban mutilasi. Alat tersebut berupa gunting taman.

"Kalau alat untuk menato telapak kaki itu semacam alat untuk sol sepatu kemudian tintanya menggunakan bolpoint," ucap Asfuri.

Sebagai informasi, potongan tubuh korban mutilasi pertama kali ditemukan pedagang di Pasar Besar pada Selasa (14/5) setelah mencium bau busuk menyengat. Korban mutilasi itu diketahui berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berusia 34 tahun.

Eks Gedung Matahari Department Store di Pasar Besar telah lama tidak dipakai sejak Pasar Besar kebarakan pada 2017 lalu.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved