Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Istri Korban: Pelaku Panggil Eko untuk Angkut Barang Bekas

Kasus pembakaran orang di Dusun Temenggung, Desa Kejagan, Mojokerto masih menyisakan ketakutan. Lailli Fitria (28), Istri Korban angkat bicara

Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Istri Korban: Pelaku Panggil Eko untuk Angkut Barang Bekas
TRIBUNJATIM.COM/Febrianto Ramadani
Lailli Fitria (28), istri dari Eko Yuswanto, korban pembakaran di Dusun Temenggungan Mojokerto 

Laporan Wartawan TRIBUNJATIM.COM, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kasus pembakaran orang di Dusun Temenggung, Desa Kejagan, Mojokerto masih menyisakan ketakutan.

Lailli Fitria (28), Istri Korban pembunuhan bernama Eko Yuswanto (32), sesekali mengusap air matanya saat diwawancarai pada Rabu Sore (15/5/2019).

Lailli menjelaskan, Pelaku yang bernama Priono menawarkan barang rongsokan kepada korban untuk di ambil di Mojosari.

Korban Eko Yuswanto yang juga bekerja di bisnis barang-barang bekas pamit pada sang istri untuk mengambil barang rongsokan ke Mojosari sendirian pada Minggu siang (15/5/2019).

(Asrama Pria Ponpes Jabal Noer Geluran Sidoarjo Terbakar)

Akan tetapi, Setibanya di lokasi Korban Eko menemui Priono masih menunggu di luar gudang bersama rekannya. Priono mengaku kunci gudang masih dibawa oleh anak rekannya.

Tak punya pilihan, korban menunggu bersama pelaku.

"Tapi, kata suami saya, gudang terkunci karena kunci gudang di bawa oleh anaknya priono." Ungkapnya kepada tribunjatim di rumah duka, Rabu Sore (15/5/2019).

Mendengar kabar itu, Laili meminta Eko segera pulang melalui pesan singkat, Tetapi pesan itu tidak dibalas.

Beberapa lama kemudian, Lailli dapat pesan singkat dari sang suami untuk menyuruh para pegawainya menimbang barang rongsokan dan menaruh barang yang sudah digiling ke Rumah Mak Nanah.

Laili sempat mengingat adanya cekcok dengan istri pelaku. memori ini diduga menjadi satu motif pembunuhan.

"Saya tidak tahu apakah istri pelaku masih mempunyai dendam atau tidak kepada saya. Saya sudah tidak mempermasalahkannya, karena terjadi dua tahun yang lalu." Katanya

Lailli berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat beratnya dan mempasrahkan kasus pembunuhan ini kepada pihak yang berwajib.

(Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Kepala Desa Antisipasi Ketegangan Bersama Kelompok Pencak Silat)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved