Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Kepala Desa Antisipasi Ketegangan Bersama Kelompok Pencak Silat

Kasus pembakaran orang di Dusun Temenggung, Desa Kejagan, Mojokerto pada Senin pagi (13/5/2019) lalu masih menyisakan ketakutan hingga kini

Kasus Pembakaran Orang di Mojokerto, Kepala Desa Antisipasi Ketegangan Bersama Kelompok Pencak Silat
TRIBUNJATIM.COM/Febrianto Ramadani
Suasana Di Rumah Duka Pasca Kedatangan Jenazah Korban Pembunuhan dan Pembakaran dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Rabu Sore (15/5/2019). 

Laporan Wartawan TRIBUNJATIM.COM, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kasus pembakaran orang di Dusun Temenggung, Desa Kejagan, Mojokerto masih menyisakan ketakutan.

Korban atas nama Eko Yuswanto dan tersangka atas nama dan Priono diketahui merupakan tetangga, kediaman keduanya pun tidak bisa dibilang jauh

Kepala Dusun Temenggung, Ali Mustofa memutuskan melakukan langkah antisipasi untuk menghindari polemik antara kedua keluarga tetangga ini.

Menurut Ali Mustofa, langkah antisipasi ini melibatkan perangkat Desa Kejagan dan Persaudaran  Pencak Silat Sehati Terate (PSHT).

(Polisi Ungkap Motif 2 Pelaku Teror Pembakaran di Jember, Keduanya Tukang Palak yang Butuh Perhatian)

"Saya ingin melindungi keluarga pelaku dari gejolak gejolak yang tidak diinginkan (dari keluarga korban)," ucap Ali.

"Kami juga mengungsikan keluarga pelaku ke rumah Ibu pelaku yang jaraknya cukup jauh dan diungsikan selama tujuh hari." Jelas Kepala Dusun Temenggungan kepada Tribunjatim di Rumah Duka, Rabu Sore (15/5/2019).

Antisipasi yang dilakukan oleh Kepala Dusun Temenggung ini berdasarkan permintaan dari pihak kepolisian.

Terlebih, Priono yang kini sudah jadi tersangka memiliki istri dan dua anak yang masih SMP dan TK.

"Selama ini mereka (Priono dan Eko Yuswanto) enjoy enjoy saja, Baik orangnya, Rukun satu sama lain. Saya kaget ketika ada kabar pembunuhan yang menimpa Eko Yuswanto." Ungkapnya.

(Fakta Baru Pembunuhan Mayat Pria Terbakar di Mojokerto, Pelaku Sempat Bekap Korban Pakai Bantal)

Semua ini bermula dari penemuan Sosok Eko Yuswanto (32) yang sudah tak bernyawa dalam kondisi terbakar di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin pagi (13/5/2019).

Jasad Eko kemudian dimakamkan pada Rabu Sore, (15/5/2019), di Makam Umum Islam Dusun Temenggungan, Desa Kejagen, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Diketahui, Priono bersama seorang rekannya membekap Eko hingga tewas, kemudian membakar tubuhnya.

(Berikut Tiga Lokasi Pembakaran oleh Pelaku Teror di Wilayah Jember)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved