Detik-Detik Pemakaman Mayat Pria Terbakar di Mojokerto hingga Sosok Korban di Mata Para Tetangga

Detik-detik prosesi pemakaman pria yang mayatnya ditemukan terbakar di Mojokerto serta sosoknya di mata para tetangga.

Detik-Detik Pemakaman Mayat Pria Terbakar di Mojokerto hingga Sosok Korban di Mata Para Tetangga
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Pemakaman Eko Yuswanto, pria yang mayatnya ditemukan terbakar di Mojokerto. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Keluarga Eko Yuswanto (32), mayat yang ditemukan terbakar di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto telah dimakamkan.

Jenazah dipulangkan dari dari Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Surabaya, menuju rumah duka di Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Para pria sedang menyiapkan dan menulis batu Nissan dengan nama "Eko Yuswanto". Kemudian di Nissan satunya ditulis "Ahad, 12 Mei 2019", Hari dan Tanggal meninggalnya Eko Yuswanto.

Kasus Temuan Mayat Terbakar di Mojokerto, Korban Sempat Hilang Kontak Sejak Minggu Sore

Ada juga yang pergi membawa peralatan pemakaman seperti sekop dan cangkul untuk membuat liang lahat di Makam Umum Islam Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Satu persatu ibu ibu sebagai tetangga korban dari berbagai penjuru datang berbondong bondong untuk ziarah ke Rumah Korban pada Rabu (15/5/2019) pukul 13.30 WIB.

Dengan membawa sumbangan berupa kuali yang berisi beras dan uang sumbangan, para tetangga menyalami istri Eko Yuswanto, Lailli Fitria (28) bergantian.

Sesekali, ibu ibu takziah berpelukan sambil menitikan air mata bersama Lailli, dan menciumi anak Lalilli yang masih duduk di bangku Taman Kanak Kanak.

Fakta Baru Pembunuhan Mayat Pria Terbakar di Mojokerto, Pelaku Sempat Bekap Korban Pakai Bantal

Setelah menyalami Lailli, beberapa ibu takziah ada yang membantu menyiapkan makanan seperti cemilan dan nasi berkat yang akan disuguhkan kepada para takziah. Sebagian ada yang merangkai bunga kematian yang akan dililitkan dalam keranda jenazah.

Sambil menunggu kedatangan jenazah, para takziah berbincang bincang satu sama lain di dalam rumah duka. Namun, ada juga yang berbincang di sebelah rumah duka. Karena luas rumah yang tidak mampu menampung banyak orang.

Para rekan media dan masyarakat terkadang bercakap cakap satu sama lain di sebelah rumah duka yang jaraknya tak jauh dari tempat usaha korban dan rumah pelaku yang mana rumahnya terlihat sepi dan terkunci rapat tanpa ada aktivitas yang terlihat dari dalam.

Halaman
12
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved