Ssosok Ayunda Rizqi Oktaviana, Mengabdi untuk Pendidikan di Negeri Lewat Komunitas Unair Mengajar

Merasa pendidikan memperlukan perhatian membuat Ayunda Rizqi Oktaviana, mahasiswi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga ikut mendedikasikan diri.

Ssosok Ayunda Rizqi Oktaviana, Mengabdi untuk Pendidikan di Negeri Lewat Komunitas Unair Mengajar
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Ayunda Rizqi Oktaviana, ketua Scolah Unair Mengajar 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Merasa bahwa pendidikan memperlukan perhatian membuat Ayunda Rizqi Oktaviana, mahasiswi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, ikut mendedikasikan diri.

"Dulu sebenarnya saya nggak terbayang akan terjun di dunia pendidikan anak. Tapi ketika SMA memang saya mendirikan komunitas berbasis pendidikan inklusif. Saat kuliah, karena bingung mau ngisi kegiatan, akhirnya bergabung sebagai pengajar Unair Mengajar," Ayunda menuturkan.

Sampai saat ini, Ayunda masih bertahan berkecimpung di dunia pendidikan anak. Bahkan dirinya sekarang menjabat ketua di Scolah Unair Mengajar.

Inilah Sosok Jenderal TNI yang Gebrak Meja di Rumah Soeharto, Popularitasnya Bikin Soeharto Gusar

Potret Phinta Mutiara, Ingin Kenalkan Batik Semanggi Khas Kota Surabaya ke Generasi Milenial

"Di Unair Mengajar, saya belajar banyak hal. Seperti bagaimana orangtua dalam mendidik anak, pola pendidikan sekolah, dan bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi anak. Di Unair mengajar, ada program forum kakak asuh (fokas). Di sini kami tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga memposisikan diri sebagai kakak bagi adik-adiknya," jelasnya.

Dengan terjun di dunia pendidikan, Ayunda mendapatkan banyak pengalaman dan bertemu orang-orang inspiratif yang semakin membuatnya bersemangat mendedikasikan diri dalam dunia pendidikan.

Meski demikian, Ayunda tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang mahasiswi.

"Sebenarnya saya terkadang masih keteteran membagi waktu. Tapi saya punya prinsip, sepulang kuliah saya selalu menyempatkan diri belajar atau baca buku minimal 30 menit. Selain itu saya juga punya prinsip kalau waktunya kuliah ya kuliah, organisasi ya organisasi," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved