Inilah Cara Jitu Merencanakan Keuangan Bersama si Kecil

Sejak dini, anak harus dididik. Agar ketika dewasa nanti mereka terbiasa mengelola keuangan mereka dengan baik.

Inilah Cara Jitu  Merencanakan Keuangan Bersama si Kecil
TribunJatim/Haorrahman
Anak-anak Paud Sahabat Kecil Desa Ketapang, saat mengikuti EntrepreneurCilik. 

Laporan Wartawan Surya, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Mengelola keuangan tidak mudah. Harus memiliki kebiasaan dan kedisiplinan.

Sejak dini, anak harus dididik. Agar ketika dewasa nanti mereka terbiasa mengelola keuangan mereka dengan baik.

Semangat itulah yang diajarkan pada anak-anak, Paud Sahabat Kecil, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Anak-anak ditularkan Entrepreneur, melalui #EntreprenuerCilik.

"Anak dan orangtua akan berdiskusi, untuk merencanaan usaha kecil mereka. Sehingga ini bisa membiasakan komunikasi antara anak dan orangtua," kata Nurul Hikmah, Kepala Sekolah Paud Sahabat Kecil, Desa Ketapang, Kamis (23/2/2017).

Setiap anak dan orangtua, diminta untuk merencanakan dan membuat apa yang akan dijual dalam acara ini. Produk yang dijual sederhana. Bisa makanan ringan, nasi bungkus, kolak, jajanan pasar, dan lainnya.

Orangtua diminta untuk melibatkan anak dalam prosesnya. Seperti merencanakan apa yang akan dibuat, berapa anggaran yang dibutuhkan, ikut belanja, membuat, dan mengemasnya. Setelah itu, anak-anak memasarkan. Mereka menjual produk yang dibuat bersama orangtua mereka.

"Yang menjual anak-anak, dan yang membeli teman-temannya. Jadi bergantian, anak-anak menjadi penjual dan pembeli," kata Hikmah.

Sehingga sedikit demi sedikit mengajarkan dan menanamkan anak jiwa entrepreneur. Hikmah mengatakan, dengan cara ini tak hanya mendekatkan anak dan orangtua, juga melatih anak agar lebih empati dan selalu berusaha dalam mendapatkan sesuatu.

“Anak juga lebih punya empati pada orangtua dalam hal ekonomi. Anak tahu bahwa untuk mendapatkan atau menginginkan sesuatu mereka harus melalui proses usaha dan belajar terlebih dahulu," kata Hikmah.

Hikmah mengatakan, agenda ini akan diadakan tiga atau enam bulan sekali. Sehingga secara berkelanjutan, mengajarkan anak-anak untuk merencanakan dan keuangan dengan melibatkan orangtua.

Dengan terbiasa berkomunikasi dengan orangtua untuk mengelola keuangan, anak diharapkan bisa membagi antara pengeluaran, tabungan, dan uang untuk berbagi.

Anak akan terbiasa mengatur ke mana uang dihabiskan, sehingga tidak habis sia-sia. Selain itu, juga perlu terus diajarkan untuk mengingat apa-apa saja yang telah mereka dapatkan, dibandingkan apa-apa saja yang mereka inginkan, dan menghargai yang sudah didapatkan.

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved