Keluarga di Sambikerep Ini Buat Sanggar untuk Lestarikan Kesenian Tradisional Ludruk

Kesenian Ludruk kini tak banyak diminati oleh generasi muda. Padahal ludruk adalah produk kesenian khas Provinsi Jawa Timur.

Keluarga di Sambikerep Ini Buat Sanggar untuk Lestarikan Kesenian Tradisional Ludruk
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Keluarga M Rosyid di Kecamatan Sambikerep buka sanggar untuk melestarikan kesenian Ludruk khas Jawa Timur, Minggu (5/3/2017) 

Laporan Wartawan Surya, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kesenian Ludruk kini tak banyak diminati oleh generasi muda.

Padahal ludruk adalah produk kesenian khas Provinsi Jawa Timur.

Tak ingin kesenian ludruk ini punah, keluarga Mohammad Rosyid (54) di Kecamatan Sambikerep, Surabaya punya cara tersendiri untuk melestarikan ludruk.

Mereka mendirikan sanggar untuk bisa melatih anak-anak muda di Sambikerep yang minat dan mau bergabung dalam pementasan ludruk.

Ini karena keluarga Rosyid memiliki keunggulan tersendiri.

Semua anggota keluarga, mulai istri, anak dan menantu Rosyid juga adalah pemain ludruk.

“Kesenian ludruk ini sudah saya geluti sejak tahun 1986. Meski tidak ada bakat dari orang tua, saya belajar otodidak. Mulai sering pentas ke sana kemari, hingga akhirnya istri saya, Sulian, juga sering ikut kalau pentas,” ucap Rosyid saat ditemui, Minggu (5/3/2017).

Begitu juga anaknya, Rosa Dwi Chrisanti, yang sering melihat kedua orang tuana pentas ludruk akhirnya tertarik dan mulai melakonkan peran.

Jika ayah dan ibunya biasa jadi pemain utama seperti protagonis dan antagonis dalam cerita ludruk, maka Rosa kebagian yang melantunkan campursari.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved