Breaking News:

Malang

ITN Lepas 491 Wisudawan, Ini Yang Dipesankan Kopertis

Sebanyak 491 wisudawan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti prosesi wisuda yang diadakan di kampus II ITN, Sabtu (11/3/2017).

Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Neneng Uswatun Hasanah
Prosesi wisuda ITN diikuti 491 lulusan, Sabtu (11/3/2017). 

 Laporan Wartawan Surya, Neneng Uswatun Hasanah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 491 wisudawan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti prosesi wisuda yang diadakan di kampus II ITN, Sabtu (11/3/2017).

Dalam acara wisuda tersebut, hadir pula Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Suprapto DEA yang turut melepas para wisudawan.

491 wisudawan itu terdiri dari 16 lulusan Pascasarjana, 304 lulusan Sarjana Fakultas Teknologi Industri, 159 lulusan Sarjana Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, dan 12 lulusan Diploma III Fakultas Teknologi Industri.

Dalam sambutannya, Rektor ITN, Dr Ir Lalu Mulyadi MT melepas para wisudawan untuk kembali ke masyarakat dan berkarya sesuai disiplin ilmu yang mereka dapat selama berkuliah di ITN.

"Semoga masa depan para lulusan sekalian dipenuhi kesuksesan dan menerapkan ilmu di kehidupan nyata," harap Dr Ir Lalu Mulyadi MT kepada TribunJatim.com .

Baca: Dosen ITN ini Tak Percaya Kiky Tewas Gantung Diri

Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Suprapto DEA menuturkan, jumlah wisudawan ITN kali ini memang terhitung belum banyak. Sementara bangsa dan negara memerlukan tambahan SDM lulusan perguruan tinggi lebih banyak lagu untuk melawan negara tetangga.

"Saat ini warga Indonesia yang merupakan lulusan perguruan tinggi hanya sebanyak 27 persen dari total penduduk. Sedangkan di negara tetangga, rata-rata lulusan perguruan tinggi berkisar 80 persen dan sudah menjadi mayoritas," katanya.

Memang, menurut Suprapto, kualitas lebih penting ketimbang kuantitas. Namun lebih baik lagi para PTS bisa memaksimalkan program pemerintah untuk meluluskan mahasiswa dengan kualitas bagus dan jumlah yang banyak.

"Dari sejumlah lulusan itu, sebaiknya tidak hanya berbekal IPK tinggi tapi juga kompetensi yang bagus untuk menghadapi dunia kerja dan persaingan global agar bisa menyusul menjadi World Class University," ujarnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved