Inilah Modus Baru Pengedar Narkoba, Menyaru Bekerja di Profesi Menjijikkan

Pelaku tertangkap, meski modus yang dipakai terbilang baru, yakni menyaru bekerja di tempat yang 'menjijikkan'.

Inilah Modus Baru Pengedar Narkoba, Menyaru Bekerja di Profesi Menjijikkan
istimewa
Pelaku pengedar narkoba jenis pil koplo saat ditangkap polisi Sidoarjo, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Eko Didit Aringga terpaksa menunda kepulangannya ke Dusun Keturus, Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Ini setelah dia tertangkap tangan menjual narkoba jenis pil koplo di wilayah hukum Polsek Tanggulangin, Sidoarjo. Modus yang dipakai terbilang baru, yakni menyaru sebagai pemulung. Sebuah pekerjaan yang dinilai 'menjijikkan' oleh sejumlah kalangan.

Kapolsek Tanggulangin, Kompol Sirdi, mengatakan warga sekitar Jalan Raya Kludan curiga dengan aktivitas Eko. Pemuda 24 tahun itu sedang memulung, namun banyak anak-anak muda mendatanginya.

"Dari informasi warga, tersangka terlihat memberikan sesuatu kepada orang yang mendatanginya. Kami intai, ternyata tersangka menjual pil koplo," ujar Sirdi, Rabu (19/4/2017).

Baca: Demi Menangkan Ahok-Djarot, Anggota Fraksi PDIP Sidoarjo Ditugasi Kawal Suara di Tempat ini

Polisi memastikan hal tersebut dengan menggeledah Eko. Dugaan tersebut terbukti karena di dalam karung barang hasil memulung, polisi menemukan 60 butir pil koplo yang dibagi ke dalam enam poket.

Eko tak bisa mengelak dan langsung digelandang ke Mapolsek Tanggulangin.

"Kami juga sita uang Rp 147.000 yang diduga hasil transaksi sebelumnya," sambung Sirdi.

Kepada petugas, Eko mengaku baru pertama kali menjual narkoba. Hasil penjualannya akan dijadikan ongkos serta nafkah untuk keluarganya di Jombang.

Sirdi menyatakan akan mengembangkan kasus tersebut, terkait bandar tempat Eko membeli pil-pil tersebut.

Pun dengan aksinya sebagai pemulung, Sirdi menegaskan akan mendalami lebih lanjut.

Sebab, bisa jadi memulung itu hanya kedok atau modus tersangka untuk mengelabui petugas maupun warga.

"Kepada tersangka kami jerat UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," pungkas Sirdi. (Surya/Irwan Syairwan)

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved