Breaking News:

Pernah Menjadi Pembuat Alat Skripsi dan Industri

Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional (ITN), Bayu Wirawan Indarto, mengaku pernah bergabung dalam penyedia jasa pembuatan alat skripsi.

Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Neneng Uswatun Hasanah
Bayu menunjukkan robot seimbang beroda dua buatannya. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional (ITN), Bayu Wirawan Indarto, mengaku pernah bergabung dalam penyedia jasa pembuatan alat skripsi.

Tak hanya alat skripsi, ia dan tim juga membuat alat otomasi untuk industri kecil dan besar.

"Saat itu saya masih semester 6 setelah PKL di Inotech Singosari, saya ditawari seorang senior untuk ikut dalam jasa tersebut," kata Bayu kepada TribunJatim.com, Senin (24/4/2017).

Kebanyakan yang ia buat adalah alat bahan skripsi mahasiswa teknik. "Kadang mereka kesulitan untuk membuat sendiri dan memilih membuatkan di bengkel atau penyedia jasa seperti kami," ujar Bayu.

Beberapa alat telah ia buat, salah satunya adalah alat pemberi makan ikan untuk tambak dengan aliran air.

"Alat itu bisa mensetting waktu berapa jam sekali makanan harus dijatuhkan atau dialirkan sesuai kebutuhan dan jenis ikan," jelasnya.

Ia beberapa kali juga membuatkan alat untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Malang.

(Baca: Terinspirasi Robot Jepang, Mahasiswa ITN Teliti Robot Keseimbangan Beroda Dua)

Bayu juga pernah ikut dalam usaha elektronika dan menangani proyek otomasi kapal. Salah satu pengalaman menarik adalah ketika ia dan tim menangani kapal rusak yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Ada kapal buatan Tiongkok yang dua genset utamanya rusak. Namun semua kapal Tiongkok diblock dan dipasangi password untuk masuk ke ruang mesin. Setelah diperbolehkan akses, kami hanya mendapat waktu sangat singkat untuk memperbaikinya," katanya.

Bayu dan timnya saat itu membuatkan kontroller baru karena mikro kontroller yang digunakan kapal tersebut tidak ada yang memproduksi di Indonesia.

"Lumayan seru dan menguntungkan karena untungnya untuk kami sebesar 75 persen," ceritanya. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved