Dua Hari Berturut-turut Asyik Nyabu di Kamar Kos, Enam Pria Dibekuk Polsek Karangpilang

Kepolisian Sektor (Polsek) Karangpilang menggelar press release ungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan enam orang tersangka di Mapolsek...

Dua Hari Berturut-turut Asyik Nyabu di Kamar Kos, Enam Pria Dibekuk Polsek Karangpilang
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Kapolsek Karangpilang, Kompol Eko Widodo (kiri) didampingi Wakapolsek Karangpilang AKP Kusmin (kanan) dan Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Marji Wibowo (tengah) menjelaskan kepada awak media mengenai barang bukti yang diamankan saat press release di Mapolsek Karangpilang, Rabu (26/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepolisian Sektor (Polsek) Karangpilang menggelar press release ungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan enam orang tersangka di Mapolsek Karangpilang, Rabu (26/4/2017).

Enam orang tersebut berinisial ATNC (31), MS (25), TB (29), MAF (33), PI (25), dan AS (30) yang kesemuanya mengaku warga Karangpilang, Surabaya.

Ke enamnya ditangkap karena kedapatan nyabu di kamar kost di Jalan Raya Mastrip Nomor 32 Karangpilang, Surabaya, pada Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Enam orang kami tangkap karena melakukan pemufakatan dalam tindak pidana pemakaian narkoba, baik itu memiliki, menyimpan, maupun menggunakan," ujar Kapolsek Karangpilang, Kompol Eko Widodo saat memimpin press release kepada para wartawan.

Asal mula penangkapan ke enam tersangka adalah karena adanya laporan anggota kepolisian dari Polsek Karangpilang yang mengatakan bahwa terdapat sebuah kost yang seringkali digunakan untuk pesta sabu.

Dari situlah Unit Reskrim Polsek Karangpilang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, Iptu Marji Wibowo melakukan penggerebekan di sebuah kamar kost di Jalan Raya Mastrip Nomor 32 Karangpilang, Surabaya.

Dalam penangkapan tersebut enam orang tersangka diamankan saat sedang pesta sabu dan alat-alat yang dipakainya, seperti alat bong, sebuah paket sabu 0,36 gram, delapan buah plastik kosong sisa sabu, dan dua buah HP.

Dari keterangan ATNC, seorang tersangka, sehari sebelumnya mereka membeli satu gram sabu dengan berpatungan.

"Kami membeli satu gram sabu dari BRK, bandar di Jombang seharga Rp 1.150.000, saya yang langsung bertransaksi dengan BRK," kata ATNC sembari menutupi wajahnya dengan tangan.

Ia menambahkan, selama dua hari berturut-turut, dirinya dan ke lima rekannya berpesta sabu bersama-sama di dalam kost.

Karena perbuatannya, ke enam tersangka dijerat Pasal 132 jo 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemufakatan Dalam Tindak Pidana Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara.

Hingga kini, Polsek Karangpilang masih mengejar BRK yang berperan sebagai bandar.

"Kami masih melakukan pengembangan kasus ini, mengejar bandarnya, BRK statusnya telah kami masukkan di Daftar Pencarian Orang (DPO)," tandas Eko.

Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved