Breaking News:

Begini Lo Proses MOP, Dijamin Tetap Bisa Greng

SKB pria atau Metoda Operasi Pria (MOP) tidak akan mengganggu kualitas seksual, dan bahkan bisa menambah kualitas seksual laki-laki.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/David Yohanes
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Dessy Deliyanti menjelaskan Metoda Operasi Pria (MOP) dengan gambar. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - SKB pria atau Metoda Operasi Pria (MOP) tidak akan mengganggu kualitas seksual, dan bahkan bisa menambah kualitas seksual laki-laki.

Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Dessy Deliyanti MOP atau vasektomi adalah memutus dan mengikat saluran sperma.

Prosesnya hanya melalui operasi kecil. Usai menjalami operasi, perserta langsung bisa beraktivitas seperti biasa. Selebihnya, aktivitas seksual tetap terasa nikmat.

Saat ejakulasi, juga ada cairan yang disemprotkan. Namun cairan tersebut tidak mengandung sel sperma.

“Yang diikat itu saluran sel sperma, sementara cairan semen tetap bisa keluar. Rasanya tetap nikmat, tidak mengurangi kualitas seksual,” ujar Dessy Deliyanti kepada Surya (Tribunnews.com Network) , Kamis (28/4/2017).

Setiap laki-laki yang menjalani MOP akan diberi uang saku Rp 100.000. Uang ini sebagai ganti rugi, karena dianggap sehari tidak bekerja.

Selain itu, siapa saja yang bisa mengajak orang untuk ikut MOP juga akan mendapatkan uang saku Rp 100.000 per orang.

Dengan cara ini diharapkan akan semakin banyak kaum pria yang mau melaksanakan MOP.

Bagi yang berminat ikut MOP, cukup menghubungi Penyuluh Lapangan KB (PLKB). Nantinya PLKB akan mengarahkan ke fasilitsa kesehatan yang melakukan MOP.

"Semuanya gratis, malah mendapat uang saku. Kurang baik apa pemerintah?" seloroh Dessy Deliyanti.

Baca: Selama 2017, Pria yang Ikut KB Hanya 16 Orang

Seorang peserta MOP, sebuat saja Heri mengaku, setelah ikut MOP justru kehidupan seksualnya semakin bergairah.

Alasannya, sperma yang diproduksi tidak ikut terbuang, melainkan diserap kembali oleh tubuh. Dengan demikian tubuh lebih fresh, dan setelah ejakulasi tidak mudah loyo.

“Bahkan lebih bisa mengontrol saat berhubungan badan. Istilahnya kita bisa membuat istri puas dulu, baru kita yang ejakulasi,” ujarnya. (Surya/David Yohanes)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved