Breaking News:

Selama 2017, Pria yang Ikut KB Hanya 16 Orang

Jumlah peserta Keluarga Berencana dari kalangan kali-laki masih sangat minim. Salah satunya karena kesalahan pemahaman, bahwa KB pria atau Metoda Oper

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/David Yohanes
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Dessy Deliyanti menjelaskan Metoda Operasi Pria (MOP) dengan gambar. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jumlah peserta Keluarga Berencana dari kalangan kali-laki masih sangat minim. Salah satunya karena kesalahan pemahaman, bahwa KB pria atau Metoda Operasi Pria (MOP) sama dengan kebiri.

Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, Dessy Deliyanti perlu usaha untuk mengubah pemahaman masyarakat.

Sebab MOP tidak mengganggu fungsi seksual.

“Jangankan orang awam, banyak kaum kaum terpelajar yang memahami MOP sebagai kebiri. Padahal setelah MOP, tetap bisa melakukan aktivitas seksual seperti biasa,” tutur Dessy Deliyanti kepada Surya (Tribunnews.com Network) , Kamis (27/4/2016).

Diakui Dessy Deliyanti, jumlah peserta KB pria sangat minim. Selama empat bulan pertama tahun 2017 ini, hanya ada enam orang.

Sedangkan di bulan Mei, sudah ada 10 orang yang siap melaksanakan MOP.

Sementara jumlah peserta KB perempuan sudah mencapai ratusan orang. Diakui Dessy, selama ini ekpose tentang KB pria memang sangat minim.

Kontrasepsi pria yang paling lazim diketahui hanya kondom.

“MOP dianjurkan untuk keluarga yang sudah tidak ingin punya anak lagi. Istri tidak perlu KB, dijamin tidak akan terjadi kehamilan,” tegas Dessy Deliyanti.

Baca: Bupati Banyuwangi Canangkan Kampung Keluarga Berencana

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Malang, Hadi Puspita menambahkan, peserta KB pria di Kabupaten Malang tertinggal dengan beberapa daerah di tapal kuda.

Sebab di wilayah tersebut ada peran dari para kyai.

“Kalau sudah Pak Kyai yang memerintah, pasti semua akan ikut. Di Kabupaten Malang kita belum punya tokoh panutan seperti itu, yang menggerakkan untuk ikut MOP,” ujar Hadi. (Surya/David Yohanes)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved