Mengaku Sudah Menganggur Selama Dua Tahun, Pria Ini Pilih Mengumpulkan dan Menjual PSK

Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP menggerebek rumah indehoy di kawasan Sidokumpul Surabaya pada Sabtu (13/5/2017) dinihari.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dua PSK, satu pemilik jasa prostitusi dan satu pemilik rumah di kawasan Sidokumpul Surabaya pada Sabtu (13/5/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP menggerebek rumah indehoy di kawasan Sidokumpul Surabaya pada Sabtu (13/5/2017) dinihari.

Dua orang wanita pelaku prostitusi, satu pemilik rumah serta satu pemilik wanita jasa prostitusi yakni SJ (40) 

Baca: VIDEO: Aksi Tim Anti Bandit dan Satpol PP Surabaya Menggerebek Rumah Indehoy di Kawasan Sidokumpul

SJ mengaku berasal dari Pasuruan.

Dia bercerita pada polisi bahwa dirinya belum mendapatkan pekerjaan selama dua tahun terakhir.

Dia memilih menjadi germo (pemilik jasa prostitusi) sembari menunggu panggilan kerja.

"Sudah lama. Sekitar dua tahun lalu sudah menganggur jadi ya ikut begini," ujar SJ (40).

Menjadi germo untuk para pekerja seks komersial, siapa sangka nasib SJ berakhir dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB pada Sabtu (13/5/2017).

Dirinya ditangkap karena telah bertindak mengumpulkan wanita-wanita malam yang hendak melayani pria-pria hidung belang.

Baca: Seorang Pria Paruh Baya dan Satu Orang Kakek Diringkus Tim Anti Bandit di Rumah Indehoy di Surabaya

Dalam satu hari, SJ mengaku mendapatkan uang hingga ratusan ribu rupiah.

"Kadang ya Rp 250.000 sampai Rp 300.000 untuk satu wanita. Bagian penyewa kamar Rp. 30.000 dan sisanya untuk saya sendiri" ujar SJ.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved