Sediakan Tempat Untuk Prostitusi, Kakek Ini Membuka Rumahnya Sebagai Penginapan Ilegal Sejak 1969

Rumah mesumnya digrebek polisi, KS (70) mengatakan telah membuka penyewaan kamar sejak puluhan tahun.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dua PSK, satu pemilik jasa prostitusi dan satu pemilik rumah di kawasan Sidokumpul Surabaya pada Sabtu (13/5/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rumah mesumnya digrebek polisi, KS (70) mengatakan telah membuka penyewaan kamar sejak puluhan tahun.

"Sudah sekitar tahun 1969 tahun sewakan kamar," ujar KS, pemilik rumah indehoy.

Rumah milik KS adalah rumah target sasaran razia, pasalnya rumah lantai dua tersebut telah digunakan untuk kegiatan prostitusi.

Saat digrebek polisi, kakek tersebut sedang bersantai di ruang tamu sembari menonton tv.

Kaget dan panik, KS segera memanggil SJ (40) yang bekerja sebagai germo.

Keduanya kemudian diinterogasi polisi Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya dan Satpol PP Pemkot Surabaya yang saat itu turut membantu penggrebekan tempat-tempat yang disinyalir melayani kegiatan indehoy.

KS dimintai identitas dan surat ijin, apadaya kakek tersebut mengatakan tak berizin.

"Opo samean urung ngerti lak ga oleh? Kok senengane digrebek. (Apa kamu tidak tau kalau dilarang? Kok senang sekali digrebek. Sudah dibilang di sini tidak boleh (dijadikan penginapan))," ujar Kabid Tibum dan Transmas Satpol PP Surabaya, H Dari.

Kakek pemilik rumah tersebut menjawab semua pertanyaan petugas dengan nada lirih.

Usai diintrograsi petugas, Kakek berambut putih yang memakai kaus polo hitam dan celana selutut tersebut disandingkan dengan seorang germo dan dua wanita yang terlibat hendak layani pria.

Baca: VIDEO: Aksi Tim Anti Bandit dan Satpol PP Surabaya Menggerebek Rumah Indehoy di Kawasan Sidokumpul

Keempat orang ini terlihat cemas, tertunduk, mengusap sedikit air mata yang tak disengaja menetes ke pipinya tersebut.

"Ya wes pasrah," ujar sang Kakek, KS kepada SJ yang berada di sampingnya.

Sesaat setelah data dan barang bukti terkumpul, keempat pelaku ini dibawa ke Polrestabes Surabaya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved