22 Ruas Jalan di Kabupaten Madiun Rusak Akibat Proyek ini

Dua proyek nasional yang sedang dikerjakan di wilayah Kabupaten Madiun, yakni proyek jalan tol dan proyek double track rel kereta api menyebabkan keru

22 Ruas Jalan di Kabupaten Madiun Rusak Akibat Proyek ini
Surya/Rahadian Bagus
Sejumlah pekerja proyek pembangunan double track sedang menurunkan material proyek dari truk. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dua proyek nasional yang sedang dikerjakan di wilayah Kabupaten Madiun, yakni proyek jalan tol dan proyek double track rel kereta api menyebabkan kerusakan di sejumlah ruas jalan.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, ada 15 ruas jalan yang terdampak akibat proyek double track milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan itu.

"Untuk ruas jalan Kabupaten Madiun yang terdampak akibat proyek double track ada15 ruas jalan dengan berbagai kondisi, yang sebagian besar rusak. Dan ini disebabkan pengangkutan galian C untuk proyek double track," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Arnowo Widjaja, Selasa (16/5/2017) siang.

15 ruas jalan yang terdampak di antaranya, Jalan Sendangrejo-Dimong, Jalan Majapurno-Dimong, Jalan Dimong-Jatirejo, Jalan Sumberbening-Ngadirejo, Jalan Caruban-Santan, Jalan Bungkus-Sidodadi, Jalan Sidorejo-Klumutan, Jalan Balerejo-Babatan, Jalan Klitim-Bancong, Jalan Purwosari-Bancong, Jalan Klitik-Jatirejo, Jalan Kebon Agung - Sidomulyo, Jalan Nampu - Kopen, Jalan Plumpungrejo-Wonoasri.

Sementara itu, kerusakan jalan akibat pembangunan jalan tol sebanyak tujuh ruas jalan. Tujuh ruas jalan itu di antaranya, Jalan Kajang-Sukowidi, Jalan Balerejo-Muneng, Jalan Bajulan-Kenongrejo, Jalan Bajulan-Bener, Jalan Ngepeh-Duren, Jalan Sidorejo-Klumutan, Jalan Sukorejo-Bajulan.

"Untuk jalan tol, total ada tujuh ruas jalan, dengan kondisi beragam, tapi sudah ada penanganan. Artinya penanganan, jalan sudah aman untuk dipakai. Kalau double track memang belum ada penanganan,"katanya.

Arnowo mengatakan, sudah dua kali memanggil pihak PPK proyek double track. Terakhir, pada 9 Mei 2017 kemarin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan double track, berjanji segera melakukan perbaikan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut lagi.

"Terakhir, tanggal 9 Mei 2017 lalu, sudah kami ingatkan lagi agar segera dilakukan pembenahan.
Mereka menyanggupi, akan mengumpulkan subcon, dan melakukan survei kerusakan jalan. Sekarang kami masih menunggu kelanjutannya," katanya.

Akibat kerusakan jalan yang disebabkan pengerjaan proyek double track, Dinas PU sering mendapat keluhan dan komplain masyarakat.

Jalan kabupaten yang memiliki batasan tonase menahan beban maksimal 8 ton, dilintasi truk pengangkut galian C untuk proyek double track dan proyek jalan tol yang mengangkut beban seberat 20-30 ton.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved