Breaking News:

Aneh, Sumur MAC Belum Eksploitasi, HCML Malah Buka Dua Sumur Migas Baru di Sumenep

Padahal hingga saat ini kegiatan eksplorasi di sumur MAC oleh HCML di perairan Kecamatan Gili Genting, Sumenep, masih belum eksploitasi.

Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
(Kiri ke Kanan) Dirut Pt PGN, Jobi Triananda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI, Syaikhul Islam Ali, dan Dirjen Migas, IGN Wiratmaja saat peresmian Jargas di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya pada Minggu (7/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky Cnooc Madura Limited (HCML) akan membuka lagi dua sumur minya dan gas (migas) di sekitar perairan Pulau Sapudi dan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

Padahal hingga saat ini kegiatan eksplorasi di sumur MAC oleh HCML di perairan Kecamatan Gili Genting, Sumenep, masih belum eksploitasi dan belum menghasilkan nilai ekonomis migas.

"Mohon doa dan dukungan, Insya Allah, selain berharap di tahun 2019, Husky Cnooc Madura Limited (HCML) sudah bisa eksploitasi juga kami berencana membuka dua sumur migas lagi yang diberina lapangan MDA-MDH," ujar Ali Aliyudin, Koordinator Community Developmen HCML, saat buka bersama dengan media di Sumenep, Jumat 9/6/2017) malam.

Baca: Ingin Nikahi Gadis Pujaan, Pria ini Temui Calon Mertua, Tapi Malah Terjadi Hal Tragis dan Mengerikan

Menurut Ali, program pengembangan dua sumur di perairan Pulau Sepudi dan Raas itu juga sama dengan kegiatan pengembangan migas di tempat lain.

Yakni didahului dengan mendatangkan kapal pengangkut
'jacket' atau rangka baja yang akan ditanam di dasar laut sebagai fondasi anjungan.

"Saat ini jacket atau rangka baja tersebut masih akan didatangkan dari Cilegon," jelas Ali.

Setelah anjungan selesai dibangun, maka akan dilanjutkan dengan pasangan pipa ke dasar laut.

Baca: Berboncengan Motor, Suami Istri ini Gelagapan Lihat Sosok Aneh Dibawah PJU, Saat Didekati Ternyata

Sehingga rencana pencarian kandungan migas sudah bisa dimulai, termasuk instalasi dan 'commissioning test' atau pengujian operasional pekerjaan.

"Semua proses persiapan produksi diharapkam bisa tuntas pada tahun 2018, sehingga bilamana kandungan gasnya dinilai cukup ekonomis, maka diharapkan tahun 2019 sudah bisa eksplorasi dan eksploitasi," katanya.

Untuk memuluskan itu, HCML juga tengah gencar mensosialisasikan rencana tersebut ke masyarakat sekitar rencana kegiatan HCML di Pulau Sepudi dan Pulau Raas.

Termasuk dengan pihak TNI AL, karena lokasi tersebut berada di daerah latihan TNL AL. (Surya/Mohammad Rifai)

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved