Polres Malang Gelar Razia Penumpang Bus Antar Kota, Tujuannya Ini

Jajaran Polres Malang menggelar razia penumpang bus. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi maraknya aksi pencopetan di dalam bus penumpang umum.

Polres Malang Gelar Razia Penumpang Bus Antar Kota, Tujuannya Ini
Surya/Achmad Amru Muiz
Sejumlah petugas kepolisian Polres Malang melakukan razia penumpang bus antisipasi aksi pencopetan jelang Lebaran, Selasa (13/6). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jajaran Polres Malang menggelar razia penumpang bus. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi maraknya aksi pencopetan di dalam bus penumpang umum.

Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono menjelaskan, razia yang digelar kali ini menyasar bus antar kota dalam provinsi yang melewati jalur kabupaten Malang.
Petugas menghentikan bus penumpang umum jurusan Malang - Blitar-Tulungagung-Trenggalek PP dan jurusan Surabaya-Malang-Blitar.

"Kami memberikan keterangan dan penjelasan kepada para penumpang bus dan kru bus untuk hati-hati serta waspada," kata Sunardi Riyono, Selasa (13/6/2017).

Disamping itu, dikatakan Sunardi, petugas juga menanyakan apakah ada barang bawaan penumpang khususnya dompet yang hilang. Dan satu persatu petugas melakukan pengecekan keamanan barang milik masing-masing penumpang bus.

"Itu dilakukan petugas agar penumpang waspada terhadap aksi pencopetan," ucap Sunardi Riyono.

Memang, menurut Sunardi, razia yang digelar jajaran Polres Malang juga dilakukan terhadap angkutan umum lain dengan dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan.

"Ada satu mobil yang kami tilang dalam razia karena plat nopol dimodifikasi dan tidak sesuai standar aturan," ucap Sunardi.

Diakui Sunardi, tujuan digelarnya razia tersebut selain meminimalisir kecelakaan di jalan saat Lebaran, juga untuk memberi rasa aman bagi pengguna angkutan umum khusunya bus serta untuk menekan tindak kriminal jalanan seperti aksi pencopetan.

Baca: Tol Surabaya-Kertosono akan Mulai Difungsikan pada H-10 Lebaran

"Kami sering mendapat pemberitahuan kalau seringkali ada penumpang bus kecopetan, namun baru disadari oleh korban ketika sudah sampai di Kota tujuan," ucap Sunardi Riyono.

Oleh karena itu, tambah Sunardi, dengan banyaknya kejadian copet pihaknya berusaha merazia langsung di daerah yang disinyalir merupakan tempat para pencopet beraksi.

"Seperti di wilayah Kepanjen dan Sumberpucung ini biasanya pencopet melakukan aksinya, makanya kami gelar razia di titik rawan copet tersebut," tutur Sunardi Riyono. (Surya/Achmad Amru muiz)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved